Husler Harapkan Festival Pantai Lemo Tingkatkan Kunjungan Wisatawan

2 Min Read

Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus berupaya mendorong pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Upaya tersebut diwujudkan melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga dengan menggelar Festival Pantai Lemo 2017 di Desa Mabonta, Kecamatan Burau.

Festival yang bertujuan untuk menarik kunjungan wisatawan ini dikemas menarik dengan mengembangkan seni budaya tradisional setempat serta menjadi ajang mengenalkan destinasi pariwisata pantai lemo.

Pembukaan festival ini ditandai dengan pemukulan Gendang oleh Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler bersama Wakil Bupati, Irwan Bachri Syam, Anggota DPRD, Sarkawi A Hamid yang didampingi unsur Forkopimda Luwu Timur.

“Pantai Lemo merupakan salah satu destinasi pariwisata yang strategis dan unggulan di Luwu Timur. Destinasi wisata ini jikaa telah dikenal luas akan mampu membangun kemandirian daerah sebagai sektor perdorong pertumbuhan ekonomi Luwu Timur” kata Husler, Sabtu (23/12/2017)

Husler juga menyampaikan bahwa dengan diselenggarakanya event festival pantai lemo ini diharapkan mampu mengenalkan sebuah destinasi wisata potensial kepada banyak orang serta dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara

Sebelumnya kepala dinas Pariwisata, kebudayaan pemuda dan olahraga H.Hamris Darwis dalam laporanya menyampaikam bahwa Festival pantai lemo 2017 ini terlaksana atas dasar Undang-undang Republik Indonesia No 20 tahun 2013 tentang sistem pendidikan nasional serta keputusan Bupati Luwu Timur Nomor 352 /XII/2017 Tentang Pembentukan panitia Festival pantai lemo 2017.

Festival Pantai lemo ini menjadi Agenda tahunan Pemerintah Daerah, tahun ini diselenggarakan selama dua hari 23 hingg 24 Desember 2017, dengan berbagai kegiatan seperti lomba perahu bala-bala, lomba tari tradisional, lomba permainan tradisional, lomba senam, lomba balap sepeda, pameran lukisan dan pagelaran Musik yang dimeriakan oleh Artis Ibu kota “Evi Masamba”,tutup Hamris.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.