Husler Resmikan Alat Kesenian Jawa “Eko Budoyo” Di Desa Lera

1 Min Read

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler menghadiri kegiatan kesenian wayang kulit warga Desa Lera, Kecamatan Wotu. Kesenian wayang kulit ini dirangkaikan dengan peresmian alat kesenian Jawa “Eko Budoyo” yang berlangsung di Desa Lera, Kecamatan Wotu, Selasa (20/08/2019) malam.

“Saya bangga, masyarakat Desa Lera yang kebanyakan etnis Jawa masih menjaga tradisi kesenian leluhur. Saya pernah enam tahun di Jawa. Kesenian seperti ini sangat sering saya saksikan waktu jaman kuliah dulu,” ungkap Husler.

Menurut Bupati, tradisi kesenian wayang ini mestinya di wariskan turun temurun kepada generasi berikutnya. Oleh karena itu, kedepan harus mulai dibuatkan sanggar seni di desa ini agar supaya bisa menjadi wadah untuk melestarikan kesenian tradisional wayang ini.

“Sebaiknya ada sanggar seni di desa ini, supaya ada tempat anak-anak kita menimba ilmu kesenian. Bisa memanfaatkan seniman lokal dan bahkan bila perlu kita datangkan seniman khusus wayang dari tanah Jawa untuk mengajarkan anak-anak kita disini, agar lebih semangat latihannya,” jelasnya.

Acara kesenian wayang kulit ini diawali penampilan Sinden yang dilanjutkan dengan cerita dan kisah pewayangan oleh Dalang Suwarso. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.