Husler Salurkan BST dan BLT DD di Lima Desa

Asdhar
2 Min Read

LUTIM – Demi meringankan beban warga terdampak ekonomi akibat merebaknya virus Corona, Rabu (20/05/2020), Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menyerahkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) di lima desa pada wilayah Kecamatan Malili, Angkona dan Wotu yakni Desa Puncak Indah, Desa Maliwowo, Desa Watampanua, Desa Tampinna, dan Desa Bahari.

Penyerahan bantuan BST dan BLT DD ini diberikan secara simbolis oleh Bupati Luwu Timur didampingi Kadis Sosial, Sukarti dan Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Halsen. Program bantuan ini merupakan upaya Kementerian Sosial dan Kementerian Desa untuk menangani dampak sosial pandemi Covid-19.

Pada kesempatan itu, Bupati Thoriq Husler mengatakan bahwa, Covid-19 ini sangat mempengaruhi perkembangan sosial kemasyarakatan, proses jalannya Pemerintahan dan juga sangat mempengaruhi perekonomian.

“Untuk itu, setiap KK yang menerima bantuan dapat memanfaatkan bantuan yang ada sesuai peruntukkannya yakni untuk pemenuhan kebutuhan pokok,” harap Bupati.

Husler juga menegaskan bahwa, setiap penerima hanya berhak memperoleh satu jenis bantuan saja dan tidak boleh ada yang dobel menerima bantuan. Itu artinya, jika ada KK yang sudah menerima bantuan PKH ataupun BLT maka tidak lagi menerima BST.

Terakhir, Husler menghimbau agar setiap masyarakat harus tetap mematuhi Protokol Kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran dan mencegah penularan pandemi Covid-19.

“Saya menghimbau masyarakat tetap melakukan protokol kesehatan seperti rajin cuci tangan, gunakan masker bila beraktivitas diluar rumah, dan tetap jaga jarak,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.