Husler : Saya Titip Doa Untuk Luwu Timur Agar Di Jauhkan Dari Bencana

1 Min Read

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler, menitip pesan kepada peserta umroh agar mendoakan Kabupaten Luwu Timur menjadi lebih baik serta dijauhkan dari bala bencana.

“Pergunakan kesempatan umrah ini untuk memperbanyak ibadah, saya menitip doa kepada para peserta umroh agar mendoakan Kabupaten Luwu Timur agar maju dan lebih baik lagi, serta dijauhkan dari segala bala bencana,” pinta Husler saat melepas 46 jamaah Biro Perjalanan Haji dan Umroh Tisaga Nurkhotimah di Masjid Nurul Falah di Desa Watangpanua, Kecamatan Angkona, Minggu (17/03/2019).

Selain itu, Husler juga meminta kepada para peserta umroh tetap menjaga nama baik Kabupaten Luwu Timur, dan bisa saling menjaga satu sama lain, antar peserta khususnya kabupaten setempat.

Yang tidak kalah pentingnya adalah, para peserta juga diminta untuk selalu menjaga kesehatan dan kondisi fisik masing-masing agar tetap fit dalam menjalankan ibadah umroh.

Kepada Biro perjalanan umrah, Bupati berpesan agar melayani jamaah umroh dengan baik. Sebab menurutnya, para jamaah yang diberangkatkan merupakan orang-orang baru yang belum tahu seluk beluk tanah suci.

“Pesan saya layani jamaah dengan baik, tuntun mereka beribadah dan jangan dilepas sendiri,” kunci Husler. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.