Husler Serahkan Bantuan Bagi Delapan Warga Korban Bencana Puting Beliung

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menyerahkan bantuan kepada 8 orang korban bencana puting beliung di Desa Lestari Kecamatan Tomoni yang terjadi beberapa waktu lalu.

Didampingi Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur, Wahidin Wahid, Camat Tomoni, Umar Dalle dan Kepala Desa Lestari, Suharno, Bupati Luwu Timur menyerahkan bantuan langsung ke rumah-rumah korban puting beliung tersebut, Sabtu (30/05/2020).

Bupati Husler mengatakan, bantuan yang diberikan ini merupakan wujud kepedulian Pemerintah kepada korban yang terdampak bencana puting beliung.

“Bantuan ini tidaklah seberapa jumlahnya, namun ini sebagai bentuk rasa keprihatinan dan perhatian Pemerintah terhadap warganya yang tengah diberi cobaan bencana,” ujar Bupati usai menyerahkan bantuan.

Tali asih berupa uang, lanjut Husler, juga diharapkan dapat dipakai untuk memperbaiki atap yang rusak sebagai dampak dari adanya angin puting beliung.

“Semoga bantuan ini dapat meringankan beban korban bencana ini,” tambahnya.

Sementara Camat Tomoni, Umar Dalle sangat berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada warganya yang terdampak bencana angin puting beliung beberapa waktu lalu.

“Semoga bantuan ini dapat segera digunakan sebagaimana mestinya bagi para warga terdampak bencana angin puting beliung,” ucap Umar.

Sementara itu, Kades Lestari, Suharno menyampaikan bahwa, bencana alam puting beliung yang terjadi beberapa waktu lalu ini mengakibatkan 8 rumah warga rusak. Dari 8 rumah itu, 4 diantaranya rusak parah.

Adapun korban yang mengalami bencana puting beliung ini yakni Poniman, Sutrisno, Suwono, Hadianto, Ponidi, Sabar, Tugimin dan Wasiman. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.