Jasad Pria 50 Tahun Ini Ditemukan Dipondok Kebun

Asdhar
2 Min Read

Jasad pria yang diketahui bernama Januardis telah ditemukan dipondok kebun miliknya di dusun Lembo Kodi, desa Asana, kecamatan Burau, kabupaten Luwu Timur, Senin (22/5) sekitar pukul 07.30 wita.

Jasad 50 tahun ini ditemukan pertama kali oleh, Rahel (80) yang tidak lain ibu kandungnya sendiri. Kapolsek Burau, AKP Agung Hidayat yang dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan mayat ini.

Agung menceritakan, jasad pria 50 tahun tersebut ditemukan pertama kali oleh ibu almarhum, Rahel. Kala itu, ibunya berkunjung ke pondok kebun korban yang berjarak kurang lebih 1 Kilometer dari perkampungan.

Saat mendekati pondok kebun tersebut, kata Agung, wanita paruh baya itu menemukan anaknya (korban) tertidur dalam posisi menyamping ditempat tidurnya. Dirinya mengira kalau putranya tersebut saat itu hanya tidur seperti biasanya.

“Saat ibunya datang dan melihat korban tertidur dengan posisi menyamping. Ibunya langsung mendekat korban dan memeriksa ternyata yang bersangkutan sudah tidak bernyawa lagi,” ungkap mantan Kanit Reg Ident Polres Luwu Timur.

Menurut pengakuan, Rahel, kata Agung, korban memang tinggal dan bermalam seorang diri dipondok kebun tersebut. Sementara istrinya sedang berada di kecamatan Walenrang, kabupaten Luwu.

“Kata ibunya korban memang sering sakit – sakitan dan tinggal seorang diri dipondok kebun. Istrinya saat ini berada di Walenrang, kabupaten Luwu. Keluarganya juga tidak menghendaki untuk dilakukan otopsi,” ungkap Agung.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.