Jelang Pendaftaran CPNS, Pemohon Kartu Kuning Melonjak

2 Min Read

Menjelang pendaftaran Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di wilayah Kabupaten Luwu Timur. Ratusan warga di berbagai kecamatan telah mengambil kartu pencari kerja (Kartu kuning) di kantor Dinas Tenaga kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Luwu Timur.

Data yang dihimpun dari Dinas Nakertransos, warga Luwu Timur yang telah mengambil kartu kuning mencapai 724 orang diantaranya Kecamatan Tomoni timur, 29 orang, Nuha, 60 orang, Towoti, 120 orang, Tomoni, 50 orang, Burau, 52 orang, Malili, 218 orang, Kalaena, 12 orang, Mangkutana, 40 orang, Wasuponda, 31 orang, Wotu, 75 orang, Angkona, 37 orang.

“Saya mengambil kartu kuning dengan niat untuk mendaftar CPNS nantinya,” ungkap Adi, salah seorang warga Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Disnakertransos) Kabupaten Luwu Timur, Budiman yang ditemui luwuraya.com, Rabu (14/08/13) pagi tadi mengatakan masyarakat saat ini mulai antusias mengambil kartu pencari kerja (kartu kuning) sebagai persyaratan utama untuk melakukan pendaftaran.

Selain itu, salah satu faktor pendorong antusiasnya masyarakat tersebut disebabkan karena adanya informasi jika Kabupaten Luwu Timur telah mendapatkan kuota penerimaan CPNS untuk tahun ini.

“Bagi warga yang ingin mengambil kartu pencari kerja cukup membawa foto kopi KTP, foto kopi ijazah pertama sampai terakhir, foto 3×4 2 lembar dan tidak dikenakan biaya (gratis) Sementara bagi warga dari luar daerah Luwu Timur cukup mengambil kartu kuning dimasing-masing daerah saja,” ungkap Budiman.

Alpian Alwi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.