Kantor Kelurahan Malili di Bobol Maling, Duit Jutaan Rupiah Raib

2 Min Read

Kantor Kelurahan Malili, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur dibobol Maling, Jum’at (16/01/15) kemarin. Dalam insiden ini, dua unit Laptop dan Rp4 juta uang kas kelurahan hilang.

Peristiwa ini diketahui saat, Cano, petugas kebersihan kantor kelurahan melakukan pembersihan ruangan. Cano menceritakan, dirinya datang ke kantor lurah tersebut untuk membuka seluruh ruang kerja kantor lurah dan membersihkan ruangan yang kotor.

Saat itu, dirinya melihat seluruh berkas dan barang-barang berserakan dilantai. “Saya kira gara-tikus pak,” kata Cano ini.

Setelah dirinya berpindah untuk membersihkan keruangan bendahara, dirinya mendapati pintu ruangan tersebut tidak terkunci bahkan kunci terlihat sudah dalam keadaan rusak seperti habis dicungkil.

“Saya baru curiga saat kunci ruang bendahara rusak sehingga kejadian ini saya laporkan ke Pak Lurah selanjutnya Pak lurah melaporkan ke Polisi,” ungkap Cano.

Dikonfimasi terpisah, Lurah Malili, I Ketut Iriawan Budiarta membenarkan jika kantornya telah dibobol maling. “Hampir semua pintu ruang kerja dalam keadaan rusak bekas cungkilan,” ungkap I Ketut Iriawan.

Menurut I Ketut Iriawan, kejadian ini diperkirakan berlangsung pada tengah malam karena pada malam sebelum kejadian pihak kelurahan sempat menggelar acara maulid nabi. “Acara maulid tersebut baru berakhir sekitar pukul 22.00 wita malam namun kejadian ini sudah kami laporkan ke Polisi,” tutur I Ketut Iriawan.

Tidak lama kemudian empat petugas dari Polres Luwu Timur melakukan identifikasi di kantor Lurah ini, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) petugas menemukan jalan masuk maling tersebut dari lubang pentilasi kamar mandi sebab kaca dipentilasi kamar tersebut hilang.

“Pelaku melancarkan aksinya lewat pentilasi kamar mandi ini karena kaca lubang pentilasi tersebut dicabut, ada juga tangga yang dijadikan alat untuk masuk kedalam kantor lurah ini,” terang Aiptu Pither Pata, kepala Sentra Pelayanan Kepolisian Resor Luwu Timur saat di TKP. (*)

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.