Kebakaran di Batara, Polisi Duga Akibat Arus Pendek

1 Min Read

Kebakaran yang menghanguskan Toko Grosir mainan anak-anak di Jl Batara diduga disebabkan akibat hubungan arus pendek listrik. Polisi yang melakukan identifikasi awal menyimpulkan kebakaran tersebut akibat arus pendek listrik.

Kanit Reskrim Polsek Wara, IPTU Ade Cristian Manapa membenarkan jika kebakaran tersebut disebabkan arus pendek listrik.

“Berdasarkan keterangan saksi dan pemilik rumah, kebakaran itu disebabkan hubungan arus pendek listrik,” kata Cristian.

Sedangkan Robi, pemilik Toko Mulia Jaya mengaku kaget saat, orang berteriak kebakaran, dan asap masuk di ruang toko bagian depan.

“Saya kaget saat Sekering Listrik turun dan bunyi, lalu ada asap masuk di ruang depan toko dan orang-orang berteriak kebakaran,”jelasnya.

Menurutnya saat terjadi kebakaran dia hanya tinggal bertiga dengan karyawannya, sementara karyawan lainnya sudah pulang.

Saat dikonfirmasi Robi mengatakan bahwa kerugian hanya berkisar satu juta.

“Kerugian saya hanya sekitar satu juta saja,”paparnya.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Wara Iptu Chris Manapu yang ditemui di TKP mengatakan bahwa kejadian diduga arus pendek.

“Sesuai penuturan pemilik toko bahwa dirinya kaget saat sekering turun dan lalu ada api, maka dugaan sementara yakni karena arus pendek,”bebernya.

Mengenai kerugian yang dialami, Chris mengatakan bahwa diperkirakan mencapai Rp3juta.

“Walaupun pemiliknya mengatakan Rp1juta tetapi hasil analisa kami memperkirakan Rp3juta,”terangnya.(*)

Amran Amir

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.