Kemenkes RI Beri Ijin, Bupati Husler Perintahkan Agar Mesin TCM Swab Segera Beroperasi

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler memerintahkan Direktur RSUD I La Galigo, dr. Benny segera mengoperasikan mesin Tes Cepat Molekuler (TCM) Swab Covid-19. Hal itu dilakukan pasca keluarnya ijin operasional dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.

“Alhamdulliah, dari sekian lama kita tunggu – tunggu akhirnya Kemenkes telah memberikan ijin untuk mengoperasikan, dengan begitu mesin TCM sudah bisa digunakan untuk pemeriksaan Covid-19,” ungkap Husler.

Mesin TCM ini, kata Husler, merupakan pembagian dari Kemenkes di tahun 2018 lalu. Khusus di Luwu Timur ditempatkan di RSUD I La Galigo Wotu. Alat ini berfungsi untuk memeriksa pasien tuberculosis atau TBC.

“Mesin TCM ini awalnya untuk pasien TBC tetapi karena cartridge kita ganti dengan cartridge Covid-19 sehingga dapat digunakan untuk memeriksa Swab Covid-19,” ungkap Husler, Jum’at (22/05/2020).

Sebelumnya, Bupati Thoriq Husler telah mendesak Direktur RSUD I La Galigo agar menggunakan alat TCM-TB untuk digunakan sebagai alat Swab Covid – 19 Maret lalu. Hanya saja, Kemenkes RI belum mengeluarkan ijin operasionalnya.

Sementara itu, Direktur RSUD I La Galigo, dr. Benny mengatakan, alat TCM ini berfungsi sama dengan PCR untuk mendeteksi virus Covid-19. Alat ini dapat membaca hasil pemeriksaan Swab hanya waktu tidak lebih dari 1 jam. “Alat ini dapat membaca sebanyak 30 Swab dalam sehari,” ungkap dr Benny.

Untuk diketahui, Pemerintah Daerah (Pemda) Luwu Timur melalui Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTPP) akhirnya dapat melakukan uji Swab Covid -19 secara mandiri tanpa harus mengirim lagi Swabnya ke Makassar.

Informasi yang dihimpun, di Sulawesi Selatan khususnya, hanya ada 5 daerah yang ijin operasional penggunaan alat TCM untuk Covid -19 diberikan oleh Kementerian Kesehatan RI yakni, Luwu Timur, Palopo, Pare – Pare, Toraja dan Sinjai. (rls)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.