Komisi II DPRD Lutim terima aspirasi Aliansi Mahasiswa

2 Min Read

Aliansi Mahasiswa Pemuda Rakyat (Ampar) Luwu Timur menggelar aksi demonstrasi dijalan poros trans-Sulawesi tepatnya dilampu merah, desa Puncak Indah, kecamatan Malili, Luwu Timur, berlanjut di Kantor DPRD Luwu Timur. Rabu (10/1/17).

Puluhan mahasiswa terlihat membentangkan sejumlah spanduk dan membakar ban bekas di depan kantor DPRD. Aparat kepolisian dari Mapolres Luwu Timur juga terlihat mengawal jalannya aksi demokrasi ini.

Setelah beberapa saat, mahasiswa memasuki Ruang Aspirasi. Koordinator aksi, Galang Saputra dalam orasinya mendesak agar aparat kepolisian mengusut tuntas beberapa kasus hukum, dan dugaan pungli serta ketimpangan sosial perihal pembangunan kantin Rumah Sakit I La Galigo, Wotu, Luwu Timur.

Ketua Komisi II DPRD Iwan Usman didampingi Anggota Komisi II DPRD Hj Harisah Suharjo menerima aspirasi aliansi Mahasiswa. Dalam kesempatan itu pula turut diundang pihak kepolisian dalam rapat di ruang aspirasi untuk menjelaskan beberapa kasus hukum yang tengah berproses.

Iwan mengatakan dirinya menghargai aksi demonstrasi AMPAR sebagai aspirasi yang mesti diperhatikan namun pihaknya menyarankan agar AMPAR Lutim menghormati proses hukum pasalnya pihak berwenang tengah menangani hal ini.

“Ada pihak berwenang yang memproses hal ini, hendaknya kita harus menghormati proses hukum yang berjalan,”. Tutur Iwan.

Lanjutnya menyoal dugaan pungli dan ketimpangan sosial perihal pembangunan kantin RSUD I La Galigo yang telah berbadan hukum BLUD, Iwan berjanji akan meninjau langsung ke RSUD.

“Kita akan tinjau dugaan yang disampaikan kepada adik-adik mahasiswa,” tandasnya.

Menurutnya, peninjauan nantinya bersifat pengecekan validitas informasi dan pengumpulan informasi lainnya yang diperlukan dalam rapat dengar pendapat sebagai tindak lanjut aspirasi Aliansi Mahasiswa.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.