KPU Palopo Mulai Salurkan Logistik Pemilu ke TPS

2 Min Read

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palopo akan memulai menyalurkan logistik pemilu ke seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kota Palopo. Hal itu ditandai dengan pengguntingan pita pelepasan distribusi logistik di Kantor KPU Palopo pagi tadi.

Wali Kota Palopo, Judas Amir yang hadir dalam acara pelepasan itu mengimbau kepada seluruh elemen untuk turut serta menyukseskan pelaksanaan Pemilu dan menghindarkan diri dari tindakan yang dapat mencederai pelaksanaan pesta demokrasi tersebut.

“Mari kita perbaiki citra Kota Palopo yang selalu dianggap rawan dalam persoalan pilih memilih, kita tunjukkan bahwa masyarakat kota ini cinta damai,” ujarnya.

Untuk diketahui, jumlah TPS di Kota Palopo adalah sebanyak 351 TPS, yang terbagi di tiga dapil. Dimana setiap dapil terdiri dari 117 TPS.

Sebelumnya, Divisi Logistik KPU Palopo, Amran Anas mengatakan seusia pemetaan yang dilakukan KPU Palopo, terdapat sejumlah TPS di Kelurahan Peta, Kecamatan Sendana, yang tidak bisa diakses oleh kendaraan roda empat. “Memang ada tiga dusun di Kelurahan Peta yang hanya bisa diakses melalui kendaraan roda dua, tetapi itu bukan kendala sebab daerah ini hanya ditempuh dalam beberapa menit saja,” ujar Amran.

Ketiga dusun dimaksud yakni Dusun Peta, Dusun Minjana, dan Dusun Palili. Rencananya distribusi logistik akan menggunakan jasa sewa ojek setempat dengan pengawalan ketat petugas kepolisian.

Sementara untuk TPS lainnya disebutkan tidak ada kendala dan akan didistribusikan secara normal.

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.