KPU Plenokan Penetapan dan Pengundian Nomor Urut Calon

2 Min Read

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Luwu Timur telah menggelar rapat pleno terbuka penetapan dan pengundian nomor urut Pasangan Calon (Paslon) yang berlangsung di gedung Simpurusiang, Kecamatan Malili, Rabu (26/8/15)

Pada rapat pleno terbuka itu, KPU Luwu Timur telah menetapkan tiga pasangan calon Bupati dan wakil Bupati sebagai peserta Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dihelat 9 Desember mendatang.

Tiga pasangan calon tersebut yakni, Nur Husain dan Esra Lamban, Badaruddin A Piccunang dan Andi Baso Makmur, Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam.

Selain menetapkan Paslon, KPU juga melakukan pengundian nomor urut pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur periode 2016 – 2021 mendatang.

Dari hasil pengundian itu, nomor urut satu jatuh kepada pasangan Nur Husain dan Esra Lamban, nomor urut dua, Badaruddin A Piccunang, dan nomor urut tiga, Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam.

Pimpinan sidang pleno, Muhammad Ayyub, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pasangan calon yang telah hadir dalam agenda rapat pleno penetapan dan pengusian nomor urut pasangan calon ini. Menurutnya, pasangan calon ini merupakan orang istimewa karena dapat diusung oleh Partai Politik (Parpol).

Selain itu, Ayyub juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Luwu Timur, AKBP Rio Indra Lesmana yang masih tetap mengawal jalannya pesta demokrasi ini.

“Keputusan KPU telah menetapkan nomor urut satu yaitu Nur Husain dan Esra Lamban, nomor urut dua, Badaruddin A Piccunang, dan nomor urut tiga, Thorig Husler dan Irwan Bachri Syam,” ungkap Ayyub.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.