Luar Biasa, Guru dan Siswa Harumkan Nama Luwu TImur

1 Min Read

Harman, S.Pd, Guru kelas SDN 175 Kawarasan, Kecamatan Tomoni, Kabupaten Luwu Timur berhasil menjadi juara 1 pada Olimpiade Guru Nasional (OGN) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan di bidang Matematika Sekolah Dasar, sekaligus menjadi finalis yang mewakili Sulsel pada OGN yang dilaksanakan di Jakarta tanggal 29 April – 03 Mei 2019 lalu.

Keberhasilan Guru SDN Kawarasan ini bukan hanya membuat bangga pihak sekolah, tetapi juga membuat nama Kabupaten Luwu Timur jadi harum, baik di Sulawesi Selatan bahkan tingkat Nasional.

Prestasi Guru Matematika ini ternyata juga diikuti oleh para siswa. Di ajang Olimpiade Siswa Nasional (OSN), Kabupaten Luwu Timur juga meloloskan tiga orang siswanya ke tingkat nasional, masing-masing Andi Muh. Hanif Muflih asal SDN 175 Kawarasan, bidang matematika yang meraih rangking nasional, Ayatullah Al Ghifari, Siswa SD YPS Singkole, bidang matematika dan meraih rangking provinsi dan Farrel Altair Machmoed juga siswa SD YPS Singkole, bidang IPA dan meraih rangking provinsi.

Ketiga siswa jenius dari Luwu Timur tersebut, akan mengikuti Olimpiade Siswa Nasional (OSN) mewakili Sulawesi Selatan yang akan diselenggarakan di Yogjakarta 30 Juni hingga 6 Juli 2019 yang akan datang. (ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.