Tak Lagi Sekadar Pemekaran, Luwu Raya Tawarkan Agenda Strategis Nasional

Asdhar
4 Min Read
BPP DOB Provinsi Luwu Raya memperkenalkan pendekatan baru pembentukan provinsi dengan menempatkannya sebagai kepentingan strategis nasional saat audience dengan Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman (Sumber: KKLR)
×

Terima Kasih Atas Dukungan Anda!

Anda akan dialihkan ke halaman SociaBuzz resmi kami untuk memberikan dukungan.

Buka Halaman Dukungan

Perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya memasuki babak baru. Jika selama ini usulan pembentukan provinsi lebih banyak dibangun atas dasar aspirasi pemekaran wilayah, kini Badan Pekerja Pembentukan (BPP) Daerah Otonom Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya menawarkan pendekatan berbeda dengan menempatkan Luwu Raya sebagai kawasan yang memiliki nilai strategis bagi kepentingan nasional.

Pendekatan baru tersebut mendapat respons positif dari Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn.) Prof Dudung Abdurachman saat menerima audiensi BPP DOB Provinsi Luwu Raya di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Bahkan, setelah mendengarkan paparan bertajuk “Provinsi Luwu Raya dalam Kepentingan Strategis Nasional”, Dudung menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya dan siap memberikan rekomendasi kepada pemerintah.

Paparan tersebut disusun Tim Kajian Akademik Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo bersama BPP DOB Provinsi Luwu Raya.

Ubah Strategi, Kini Usung Kepentingan Nasional

Berbeda dengan perjuangan sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada aspek administratif pemekaran daerah, kali ini BPP DOB mengedepankan posisi strategis Luwu Raya dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

Dalam kajian akademik tersebut, tim menilai pembentukan Provinsi Luwu Raya memiliki kontribusi terhadap percepatan hilirisasi industri mineral, penguatan ketahanan pangan, pengembangan kawasan timur Indonesia, peningkatan efektivitas pelayanan publik, hingga penguatan aspek geopolitik dan pertahanan kawasan.

Koordinator Wilayah BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Hasbi Syamsu Ali, mengatakan perubahan pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui argumentasi pembentukan provinsi agar sejalan dengan arah pembangunan nasional.

“Selama ini pembahasan lebih banyak bertumpu pada aspek pemekaran wilayah. Kali ini kami menawarkan perspektif kepentingan strategis nasional, bahwa Luwu Raya merupakan kawasan penting bagi masa depan Indonesia, baik dari sisi hilirisasi mineral, ketahanan pangan, energi, maupun posisi geopolitiknya di kawasan timur,” ujar Hasbi.

Kajian akademik itu juga menyimpulkan bahwa calon Provinsi Luwu Raya yang meliputi Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo telah memenuhi syarat dasar kewilayahan maupun kapasitas daerah sebagaimana di atur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, Luwu Raya memperoleh kategori “sangat mampu” dari sisi kapasitas daerah serta memenuhi aspek penataan ruang dan kepentingan strategis nasional.

Dudung Dukung dan Siap Berikan Rekomendasi

Ketua Tim BPP DOB Provinsi Luwu Raya, Darwis Ismail, mengungkapkan Kepala Staf Kepresidenan menunjukkan antusiasme tinggi selama audiensi berlangsung.

Foto bersama usai presentasi kajian akademik tentang Provinsi Luwu Raya dalam Kepentingan Strategis Nasional di Kantor Staf Presiden, Jakarta (Sumber: KKLR)

Menurutnya, Dudung memahami kondisi geografis, sejarah, hingga potensi sumber daya alam Luwu Raya karena pernah bertugas di Sulawesi Selatan.

“Beliau sangat memahami wilayah Luwu Raya. Bukan hanya mengetahui letak geografisnya, tetapi juga memahami potensi sumber daya alamnya, sejarah perjuangan masyarakatnya, sampai aspek pertahanan dan keamanan kawasan. Itu terlihat jelas sepanjang diskusi,” kata Darwis.

Darwis menjelaskan, mempresentasikan seluruh materi, Dudung secara langsung menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Pemahaman Dudung terhadap Luwu Raya karena pengalamannya saat menjabat sebagai Asisten Personel Kasdam VII/Wirabuana pada 2010–2011.

Dalam pertemuan itu, ia mengenang panjangnya perjalanan darat dari Makassar menuju Luwu Raya, bahkan mengaku sempat tertidur dua kali selama perjalanan karena jauhnya jarak.

Pengalaman tersebut, menurut tim BPP DOB, membuat Dudung memahami langsung persoalan rentang kendali pemerintahan yang selama ini menjadi salah satu alasan utama usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Suasana audiensi berlangsung penuh optimisme. Momen haru terjadi ketika Ketua DPRD Kota Palopo, Darwis, tidak mampu menahan air mata setelah mendengar pernyataan dukungan Kepala Staf Kepresidenan terhadap perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya yang telah berlangsung lebih dari dua dekade.

Bagi BPP DOB, dukungan dari Kepala Staf Kepresidenan menjadi salah satu perkembangan paling signifikan dalam perjalanan panjang usulan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Luwuraya berkomitmen untuk terus berdiri sebagai rumah informasi yang jujur dan objektif bagi masyarakat luas. Namun, kami tidak bisa berjalan sendirian. Kami memanggil semangat gotong royong khas kita. Jika hari ini berita kami pernah menemani, mengedukasi, atau memberi manfaat untukmu, sudilah kiranya meluangkan sedikit rezeki untuk "mentraktir kopi" tim di balik layar.

Share This Article
PNFPB Install PWA using share icon

For IOS and IPAD browsers, Install PWA using add to home screen in ios safari browser or add to dock option in macos safari browser