Momen Ramah Tamah, Husler Imbau Pelayanan Kemenag Lebih Baik Lagi

2 Min Read

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thoriq Husler menghadiri acara ramah tamah puncak acara peringatan Hari Amal Bakti ke-74 Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur. Acara ramah tamah itu berlangsung di Aula Kementerian Agama, Senin (13/01/2020).

Acara diawali penyerahan Satya Lencana Karya Satya kepada tujuh orang aparatur Kementerian Agama. Selain itu juga diserahkan beberapa pengharapan kepada para sponsor pendukung kegiatan Peringatan Hari Amal Bakti mulai dari upacara peringatan, kegiatan jalan santai kerukunan hingga kegiatan ramah tamah.

Kepala Kemenag Luwu Timur, Muhammad Nur Khalik mengatakan, salah satu tugas pokok Kementerian Agama adalah menjalankan tugas Pemerintah disektor keagamaan. Itu artinya, sebagai ASN harus mendukung program Pemerintah utamanya disektor keagamaan.

“Sejalan dengan tema “Umat Rukun, Indonesia Maju”, berarti hanya dengan kondisi yang rukun dan damai maka program pembangunan dapat berjalan lancar, namun sebaliknya, jika tidak rukun, saya yakin sulit untuk merealisasikan program,” jelasnya.

Kedepan, kata Nurhalik, diarea kantor akan dibuat tempat manasik Haji mini. Semua itu dipersiapkan agar jamaah calon Haji tidak usah lagi jauh-jauh untuk melakukan manasik Haji.

Bupati Luwu Timur dalam sambutannya menyampaikan selamat atas peringatan Hari Amal Bakti ke-74. Ia berharap jajaran Kementerian Agama menjadikan momentum ini untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara lebih profesional.

“Pemerintah Kabupaten Luwu Timur sangat mendukung program disektor keagamaan. Program bantuan hibah rumah ibadah, insentif petugas keagamaan hingga dukungan kepada kegiatan-kegiatan keagamaan,” tutupnya. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.