Muhammad Ayyub Jabat Ketua IKA Smansa Wotu

1 Min Read

Setelah dilakukan perundingan oleh seluruh alumni maka secara aklamasi ketua Ikatan Alumni (IKA) Sekolah Menegah Atas (SMA) Negeri 1 Wotu Kabupaten Luwu Timur akhirnya resmi dijabat oleh Muhammad Ayyub.

Pembentukan Ikatan Alumni (IKA) ini adalah salah satu rangkaian dari reuni akbar dan atas kesepakatan oleh pihak sekolah dan panitia pelaksana reuni serta alumni lainnya.

Panitia pembentukan Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Wotu, Akbar Bahar mengatakan berdasarkan hasil keputusan dari seluruh perwakilan dari angatan alumni maka secara aklamasi jabatan ketua Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Wotu secara resmi dijabat oleh Muhammad Ayyub yang saat ini menjabat sebagai Anggota KPU Lutim.

“Secara aklamasi posisi ketua Ikatan Alumni (IKA) SMA Negeri 1 Wotu resmi dijabat oleh kakanda Muhammad Ayyub,” ungkap Akbar

Sementara itu, Ayyub dalam kesempatan ini mengatakan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak alumni dan panitia pelaksana reuni akbar yang telah mempercayakan untuk menjabat sebagai ketua IKA SMA Negeri 1 Wotu.

“Terima kasih kepada seluruh rekan-rekan alumni yang mempercayakan saya untuk menjabat sebagai ketua Alumni SMA Negeri 1 Wotu. Oleh karena itu, dengan kepercayaan yang diberikan kepada saya tentunya perlu kerjasama antara alumni nantinya,” ungkap Ayyub.

Alpian Alwi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.