Nama Tak Tercantum, Puluhan Honorer K-2 Protes

2 Min Read

Puluhan honorer kategori dua (K-2) mendatangi kantor Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kabupaten Luwu Timur. Pasalnya, kedatangan puluhan K-2 ini dalam rangka mempertanyakan namanya yang tidak keluar dalam daftar pengumuman.

Informasi yang dihimpun, berkas Kategori dua (K2) yang telah diajukan ke pusat sebanyak 940 orang namun setelah dilakukan verifikasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) maka jumlah tersebut turun menjadi 898 orang.

“Kedatangan saya hanya ingin mempertanyakan nama saya yang tidak muncul pada daftar pengumuman padahal sebelumnya nama saya ada,” ungkap Imam Nasa’I salah seorang guru honorer dari SMP Negri 3 Towoti.

Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi Pegawai BKPPD Kabupaten Luwu Timur, Syahrir Sain yang ditemui diruang kerjanya, Senin (23/09/13) siang tadi mengatakan daftar nama kategori dua yang telah diumumkan adalah hasil verifikasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).  Adapun nama-nama honorer yang dinyatakan tidak lulus pada pengumuman ini disebabkan karena kekurangan berkas atau berkas honorer tak lengkap.

“Sebelumnya sebanyak 940 berkas yang sudah kami kirim ke pusat sementara pihak BKN kembali melakukan verifikasi dan hasilnya hanya 898 orang yang lolos seleksi untuk mengikuti tes sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mendatang,” ungkap Syahrir.

Sekedar diketahui, panitia Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) akan membagikan kartu tes pada minggu kedua dibulan Oktober. Selain itu, panitia juga mempersiapkan sebanyak 45 ruang kelas dari dua sekolah yakni SMA Negeri 1 Malili dan SMP Negeri 2 Malili.

Secara tehnis untuk pembagian ruangan nantinya akan disesuaikan dengan tingkat pendidikan peserta K-2, seperti, tingkat SD/SMP dijadikan satu ruangan dan SMA/Diploma juga satu ruangan.

Alpian Alwi

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.