Nyaleg dengan Partai Lain, Legislator Palopo ini Enggan di PAW

2 Min Read

Sejumlah legislator di Kota Palopo yang akan maju kembali sebagai Calon legislatif (Caleg) dengan menggunakan kendaraan partai lain di Pemilu 2014 mendatang, mengaku enggan di PAW dari jabatannya.

Anggota DPRD Palopo dari Partai PPDI, Andi Falsafah misalnya. Dia yang akan mencalonkan diri kembali dengan menggunakan Partai Keadilan Bangsa (PKB) mengaku lebih memilih bertahan dan enggan mundur dari jabatannya.

“Saya memilih untuk menunggu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait hal ini,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan anggota DPRD partai PDI Perjuangan, Hamka Pasau yang mengatakan bahwa dirinya akan memilih untuk mempertahankan posisinya di DPRD dan membatalkan dirinya untuk maju lewat partai lain.

“PAW sebenarnya tergantung dari ketua, cuma kalau itu adalah keputusan yang mengharuskan maka saya tidak akan berpindah ke partai lain dan tetap mempertahankan posisi saya sebagai anggota DPRD,” ucapnya.

Dari informasi yang dihimpun luwuaya.com, sebanyak enam anggota DPRD Palopo terancam PAW karena pindah partai yakni :

1. Henry Ghalib dari Partai PNBK ke Partai Demokrat

2. Hamka Pasau dari Partai PDIP ke Partai PKB

3. Andi Falsafah dari Partai PPDI ke Partai PKB

4. Rudi Sukarni dari Partai PSI ke Partai Gerindra

5. Halim Ahmad dari Partai PKPB ke Partai Nasdem

6. Muh. Natsir dari Partai PDK ke Partai Gerindra

Amran Amir

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.