Pembangunan TPA Tomoni Telan Anggaran Rp8 Miliar

2 Min Read

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang rencananya akan dibangun di Desa Sumber Alam, Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur akan menelan anggaran senilai Rp8 Miliar yang dikerjakan oleh CV Widyah Mitra Konsultan.

Pembangunan TPA ini nantinya akan berfungsi untuk melayani lima Kecamatan di Luwu Timur. Diantaranya, Kecamatan Tomoni, Kalaena, Tomoni Timur, Mangkutana dan Wotu.

Pihak Konsultan Pelaksana CV Widyah Mitra Konsultan Aksan Jamal mengatakan secara umum bahwa dari seluruh tahapan tahapan proyek mencakup tahap survey diantaranya pengumpulan data sekunder dan survei lapangan (data primer), tahapan analisa sehingga disimpulkan bahwa TPA yang rencananya dibangun di Desa Sumber Alam Kecamatan Tomoni dinilai layak.

“Setelah lokasi TPA Tomoni  dinyatakan layak, rencana akan segera di buatkan design detail masterplan untuk pembangunan kegiatan fisiknya sehingga awal 2014 sudah dapat difungsikan,” ungkap Aksan pada Seminar Akhir Penyusunan Feasibility Study (FS) /Study Kelayakan TPA Tomoni di Aula Kantor Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarkim) Kabupaten Luwu Timur, Rabu (18/09/13).

Sementara Staf Ahli Pembangunan Kabupaten Luwu Timur Labesse meminta kepada peserta seminar untuk menyimak serta mengkritisi demi kesempurnaan pembangunan TPA tersebut.

“Pembangunan TPA Tomoni seluas 4,1 Ha yang menelan anggaran sebesar Rp. 8 Miliar lebih rencananya melayani wilayah Kecamatan Kalaena, Tomoni Timur, Mangkutana dan Wotu,” ungkap Labesse.

Alpian Alwi

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.