Pemkab Luwu, Eksposes di DPRD, Terkait rencana Pinjaman Rp 180 M

2 Min Read

LUWU – Perwakilan dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) melakukan ekspose terkait rencana Pemkab Luwu yang meminta pinjaman dana sebesar Rp 180 Miliar.

Ekspose tersebut dilakukan di ruang panitia musyawarah DPRD Luwu, Senin(27/1/2020) Bupati Luwu, Basmin Mattayang hadir saat ekspose terkaitpinjaman Rp 180 Miliar
Dalam sambutannya, Basmin Mattayang berharap dukungan dari anggota dewan sehingga rencana tersebut disetujui.

”Eksekutif dan legislatif tentu punya janji politik untuk memb angun kabupaten Luwu,tentu dibutuhkan kebersamaan antara eksekutif dan legislatif, untuk memenuhi janji-janji program itu,” kata Basmin.

Sebelumnya, Kepala Bappeda Luwu, Muhammad Rudy menjelaskan, pinjaman Rp 180 miliar itu akan digunakan untuk membangun satu jembatan besar antara TPI dan pelabuhan Ulo-ulo. Termasuk membangun sembilan ruas akses jalan penghubung untuk membuka daerah terisolir seperti Bastem dan Ilanbatu Uru.

Menurutnya, pinjaman daerah adalah opsi yang dilakukan lantaran dana yang dibutuhkan sangat besar. Dengan APBD Luwu sebesar Rp 1,5 Triliun pada 2020, takkan mampu untuk membangun infrastruktur tersebut.

”Pemerintah pusat sudah membuka kran kepada pemerintah daerah untuk kreatif mencari dana. Salah satunya dengan pinjaman daerah. Itu jika disetujui oleh anggota DPRD,” tandasnya.
Selain Luwu, kota Palopo juga melakukan pinjaman dana ke PT SMI tahun ini,sebesar
Rp143 Miliar. Dana tersebut untuk membangun Menara Payung.

Laporan: Damrin Arfah Kurupi, Luwu

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.