Pemkab. Luwu Timur Gelar Pelatihan Guru Mengaji dan Urus Jenazah

1 Min Read

LUTIM – Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Bagian Kesra Setdakab menggelar Pelatihan Guru Mengaji dan Pelatihan mengurusi Jenazah Selasa, (19/11/2019), di Aula Kantor Camat Tomoni.

Kepala Bagian Kesra, Hj. A. Hasmasari mewakili Bupati Luwu Timur saat membuka acara mengatakan bahwa, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pelayanan Pemerintah daerah khususnya guru mengaji dan petugas keagamaan.

“Kegiatan ini bertujuan bagaimana meningkatkan Peranan guru mengaji mengajak anak-anak lebih mencintai Al-Qur’an dari pada handphone nya,” jelas Asmasari.

Sementara Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Luwu Timur, H. Muhammad Nur Halik memberikan atensi dan penghargaan kepada Bagian Kesra Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang sudah melakukan kegiatan langka tapi sangat bermanfaat.

“Pelatihan Guru mengaji dan Mengurusi Jenazah yang sangat bermanfaat buat kita semua. Saya anggap sangat penting karena setiap menit ada orang yang meninggal di dunia ini,” jelasnya.

Ia berharap mudah-mudahan kegiatan ini berjalan dengan sempurna dan kembali dengan bermanfaat ditengah-tengah masyarakat.

Pelatihan Guru mengaji diikuti sebanyak 55 orang dan Mengurus Jenazah 55 orang, yang dibagi dua kelas pada zona Mangkutana, Tomoni, Kalaena dan Tomoni Timur.

Hadir pada kesempatan ini, Camat Tomoni, para Kepala KUA, pengurus masjid dan guru mengaji. (rhj)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.