Peringati Tahun Baru Islam, Husler : Ayo Hijrah dan Makmurkan Masjid

Asdhar
2 Min Read

Umat Islam di Desa Manurung Kecamatan Malili melaksankan peringatan tahun baru Islam 1441 Hijriyah. Peringatan 1 Muharram ini mengangkat tema “Kita Hidupkan Semangat Islam Rahmatan Lil Alamin Menuju Kemaslahatan Kedamaian Umat” yang berlangsung di Masjid Nurul Taqwa Manurung, Kamis (05/09/2019).

Peringatan tahun baru Islam ini di hadiri langsung Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler, didampingi Camat Malili, Nur Saifullah. Turut hadir pula Anggota DPRD, Hj. Harisah Suhardjo, Sekdis PU, Syahrir, Kepala Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga, Hamris Darwis dan Kabag Humas dan Protokol, Rizki Alamsyah. Sementara Pembawa Hikmah, H. Muhammad Nur Khalik.

Bupati Luwu Timur, H. Muhammad Thorig Husler mengajak umat Islam agar memanfaatkan momentum 1 Muharram untuk berhijrah. Hijrah, kata Husler, dengan mengevaluasi seluruh ibadah dan perilaku yang selama tahun sebelumnya masih belum optimal di upayakan lebih sempurna ibadahnya.

Salah satunya, kata Husler, dengan memakmurkan masjid. Sebagai Ketua Dewan Masjid Luwu Timur sudah menjadi komitmen untuk memperbaiki masjid agar menjadi lebih nyaman untuk ditempati beribadah. Namun yang paling utama jangan hanya masjidnya yang bagus tapi jamaahnya sedikit.

Disela-sela menghadiri peringatan tahun baru Islam, Orang nomor satu di Luwu Timur ini juga menyerahkan bantuan ternak kambing untuk dikembang biakkan. Bantuan ternak itu diserahkan kepada Kelompok Ternak Sejahtera Manurung dengan jumlah penerima 8 orang. bantuan ini berasal dari kegiatan pemberdayaan masyarakat yang alokasi anggarannya berasal dari Dana Desa Tahun 2019. (hms/ikp/kominfo)

Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.