Program Keagamaan Pemkab Luwu Timur Terus Dijalankan

Asdhar
2 Min Read

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler bersama Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam menghadiri peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1439 H di Mesjid Babul Khair, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (24/04/2018). Dengan Tema “Mari Jadikan Sholat Sebagai Kebutuhan dan Sebagai Cahaya Bekal di Kehidupan Dunia dan Akhirat”.

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler mengingatkan bahwa hikmah yang dapat diambil dari peristiwa Isra Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, hendaknya tidak hanya sekedar dipahami saja, melainkan harus dapat diterapkan dalam gerak langkah kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, lanjut Husler, ia mengajak kepada seluruh warga masyarakat Kabupaten Luwu Timur untuk menegakkan Ibadah Sholat Wajib 5 waktu sebagaimana diperintahkan melalui Peristiwa Isra Mi’raj.

“Hendaknya peristiwa ini tidak hanya kita maknai sebatas seremonial dan rutinitas saja, tapi harus mampu meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita, sehingga menjadikan diri kita lebih baik lagi,” ucapnya.

Dilanjutkannya, dengan dukungan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur telah melaksanakan berbagai program nyata dibidang keagamaan seperti Program Wisata Rohani bagi pemeluk agama, Pemberian Insentif untuk Guru Ngaji dan kegiatan keagamaan lainnya.

“Kedepan program ini akan terus dilanjutkan,” kata Husler.

Sementara Ustadz H. Hamka dalam tausiahnya menyebutkan, inti memperingati Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah upaya untuk mampu meneladani Nabi Muhammad SAW dan mengambil hikmah Isra’ Mi’raj itu sendiri dan mengimbau agar gerakan shalat berjamaah ini disosialisasikan secara intensif, sehingga pada gilirannya nanti Insya Allah kesadaran umat Islam untuk melaksanakan sholat berjamaah di mesjid semakin meningkat.

Selain Bupati, pada kesempatan ini juga dihadiri, Wakil Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam, Kabag Humas & Protokol, Alimuddin Bahtiar, Kepala Desa Lakawali Pantai, Tokoh Agama, Majelis Ta’lim dan masyarakat Lakawali Pantai dan sekitarnya.

TAGGED:
Share This Article
Asdhar adalah jurnalis yang telah mengabdikan dirinya di dunia pers sejak 2007. Lebih dari sekadar profesi, jurnalistik baginya adalah ruang untuk merawat akurasi, menjaga nalar publik, dan memastikan setiap informasi sampai kepada masyarakat dengan jernih dan bertanggung jawab. Perjalanan kariernya ditempa di Harian Seputar Indonesia, sebelum kemudian memperluas cakrawala peliputan di Kompas TV. Pengalaman lintas platform ini membentuknya sebagai jurnalis yang adaptif, tajam dalam membaca isu, serta mampu menerjemahkan peristiwa kompleks menjadi informasi yang mudah dipahami tanpa kehilangan kedalaman. Dengan lebih dari satu dekade pengalaman, dia menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam setiap karya jurnalistiknya. Ia percaya bahwa media bukan hanya menyampaikan berita, tetapi juga membangun kepercayaan publik melalui konsistensi, keberimbangan, dan keberanian dalam menyuarakan fakta.