Sore itu tepatnya di Kecamatan Sukamaju, Luwu Utara, seorang pria dengan semangat mengayuh tunggangan antiknya. Dia adalah Inu Iswanu, seorang pemerhati persoalan pertanian di Luwu Utara.
Sebagai kolektor sepeda onthel, Inu mengaku bukan perkara mudah untuk mengumpulkan sepeda-sepeda tersebut. Sudah belasan tahun dia berburu sepeda onthel hingga koleksinya saat ini sudah mencapai 33 buah.
Kepada luwuraya.com, Inu menceritakan, jika upayanya berburu sepeda onthel bukanlah perkara mudah karena butuh proses dan waktu yang cukup lama.
“Untuk mendapatkan sepeda antik ternyata tak mudah. Butuh proses dan waktu yang tidak sebentar. Berbeda jika kita membeli mobil baru atau motor baru, asal punya uang, kendaraan tersebut bahkan siap di antarkan ke rumah. Kalau onthel walaupun ada uang, tidak semua orang mau melepasnya. Hal ini saya alami langsung, ada yang sudah disimpan di kandang ayam, penuh dengan kotoran ayam dalam kondisi mengenaskan, tinggal rangka bahkan di beberapa bagian sudah ada yang keropos dimakan usia, namun pemiliknya enggan melepas karena dianggap berjasa dalam mencari nafkah di kala jaman susah dulu,” kata pria humoris ini sambil sesekali tertawa lepas menceritakan pengalamannya.
Bahkan, beberapa jenis onthel yang dia koleksi di antaranya berasal dari negara-negara Eropa, seperti Inggris, Belanda dan Jerman. Padahal awalnya dia cuma merogoh kocek sebesar Rp 1 Juta untuk membeli sepeda onthel pertamanya.
“Awalnya saya cuma membeli onthel seharga Rp 1 Juta, tapi setelah itu koleksi saya bertambah dengan onthel-onthel yang saya dapatkan dari luar negeri, seperti Inggris, Belanda dan Jerman,” ungkapnya.
Hingga saat ini sepeda onthel yang dimiliki Inu mencapai 33 buah. Dia pun hafal sejarah masing-masing sepeda yang pernah dibeli. Namun saat ini tinggal 17 saja yang tersisa karena terbatasnya ruangan dan sebagian dihibahkan kepada teman atau dijual pada sesama pencinta onthel.
“Hobby saya yang satu ini memang tergolong lengkap. Selain banyak teman, tentu kepuasan batin juga terpenuhi. Bahkan kalau bersepeda badan pun jadi sehat, Belum lagi jika dikaitkan dengan nilai sejarah yang merupakan kebanggaan tersendiri. Kira-kira itulah alasannya mengapa akhir-akhir ini semakin banyak saja perkumpulan sepeda onthel bermunculan di berbagai kota di Indonesia, termasuk di Luwu Utara,” pungkas Inu
Untuk aktifitas sehari-harinya, Inu juga kerap memanfaatkan sepeda onthel-nya. Bahkan dia sering membonceng istri dan anak-anaknya ke pasar dengan sepeda onthel tuanya.
Pria ini juga dikenal cukup gigih dalam mempromosikan keistimewaan dan manfaat dari sepeda onthel. Jadi, tidaklah heran jika di Luwu Utara kini berdiri berbagi komunitas sepeda onthel.
Tidak saja di kalangan masyarakat biasa, tetapi juga di kalangan birokrasi, khususnya para pejabat di eksekutif dan legislatif. Bahkan ada juga PNS yang memakai sepeda jenis ini ke kantor. Tidak ketinggalan pula orang nomor satu di Luwu Utara, Bupati Arjuna, juga sangat senang dengan jenis sepeda ini.
“Saya bersyukur sekali karena sepeda onthel ini sangat digemari masyarakat dan pejabat yang ada di Luwu Utara. Kini sepeda onthel menjadi primodona di Luwu Utara,” ujar Inu, ketika koran ini mengunjungi usaha onthel-nya di Kecamatan Sukamaju. (man/ar)