Sempitnya bahu dan licinnya jalan menjadi factor utama penyebab terjadinya Kecelakaan Lalulintas di Kabupaten Luwu Timur. Bahkan, sesuai data yang dirilis Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) Polres Luwu Timur, tercatat sebanyak 50 orang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas sejak Januari 2012 lalu.
Untuk tahun 2012 jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak 66 kasus, meninggal dunia 44 orang, luka berat 35 orang, luka ringan 43 orang, dan kerugian materi mencapai Rp384 juta. Sementara pada tahun 2013, hingga bulan Maret tercatat jumlah kecelakaan lalu lintas sebanyak Sembilan kasus, meninggal dunia Enam orang, luka berat Empat orang, luka ringan dua orang, dan kerugian materi mencapai Rp45,5 juta.
Kepala Satlantas Polres Luwu Timur, AKP Palling Angga yang dikonfirmasi mengatakan dalam mengantisipasi bertambahnya jumlah kecelakaan lalulintas, pihaknya mulai rutin melakukan patroli di daerah rawan terjadinya kecelakaan, seperti daerah Tarengge hingga Malili karena jalur tersebut sangat sempit dan licin.
“Selain patrol, kami juga melakukan sosialisasi di sekolah – sekolah, tempat umum dan terminal penumpang agar pengendara berhati – hati dalam berkendaraan,” ungkap Angga. (b)
Alpian Alwi




