Ketua Pantia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Luwu, Siming, berharap agar pesta demokrasi yang akan digelar masyarakat Luwu tanggal 18 September nanti tidak tercederai dan berjalan dengan aman, tertib dan bersahaja. Hal tersebut diungkapkan Siming saat menghadiri Undangan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Luwu dalam dialog publik yang dihadiri Ketua Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Sulsel, Aswar Hasan, Rektor Universitas Cokroaminto Palopo, Suaedi, insan pers, akademisi, NGO serta tokoh tim pemenangan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Luwu di Warkop Mars, Belopa.
Dalam kesempatan tersebut, Siming menegaskan bahwa pengawasan yang dilakukan Panwaslu tidak akan maksimal jika tidak ada peran serta masyarakat Luwu, untuk aktif melakukan pengawasan semua tahapan Pemilukada yang tengah berlangsung di Kabupaten Luwu. masyarakat juga diminta untuk tidak segan-segan melapor ke Panwaslu atau Pawascam jika menemukan atau mengetahui adanya indikasi pelanggaran pelaksanaan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Luwu.
Sementara itu, Aswar Hasan, selaku narasumber dalam dialog tersebut berharap agar insan pers benar-benar mengedapankan indepensi serta propesional dalam menerbitkan berita, khususnya menyangku politik. sebab menurut Aswar, pengaruh pemberitaan yang menjadi konsumsi publik akan memberikan dampak yang cukup besar kepada masyarakat, sehingga penyajiannya harus mengedepankan netralitas, tidak menyudutkan atau menguntungkan satu kandidat saja.
“Kasus di Kota Palopo jangan sampai terulang di Luwu, kita kawal pelaksanaan Pemilukada Luwu menjadi pemilukada yang bisa dijadikan contoh untuk daerah lain di Indonesia,” kata Aswar.(*)
Haswadi




