Sejumlah tokoh masyarakat di Lingkungan Salolo, Kelurahan Patene, Kecamatan Wara Utara meminta kepada pengurus Ikatan Pemuda Mahasiswa Luwu (IPMAL) untuk bersosialisasi dengan masyarakat sekitar, guna menghindari tuduhan negatif yang kerap ditudingkan terjadi di sekretariat IPMAL yang berlokasi di JL Imam Bonjol, Kota Palopo.
Pasalnya, Sekretariat yang dahulu merupakan Gedung Wanita Kabupaten Luwu itu, dituding kerap digunakan sekelompok pemuda sebagai tempat mesum.
Menanggapi hal itu, Ketua IPMAL, Wahid Binson mengatakan bahwa keluhan warga itu dinilai salah sasaran jika dituduhkan kepada Pengurus dan anggota IPMAL. Pasalnya, seluruh anggota IPMAL baru melakukan aktifitas di bekas Gedung Wanita Kabupaten Luwu itu dalam dua bulan terakhir. Itu pun aktifitas yang dilakukan baru sebatas pembenahan sekreatriat setelah sekian lama ditinggalkan.
“Kami pengurus dari IPMAL baru dua bulan ini tinggal di sekretariat, itu pun tidak ada perempuan yang tinggal bermalam,” ujarnya.
Meski begitu, Wahid mengaku akan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar, terutama dengan melaporkan aktifitas organisasi tersebut kepada pemerintah setempat baik ditingkat RT, RW, maupun kelurahan.
“Kami akan segera memberikan nama-nama penghuni asrama kepada ketua RT Salolo agar masyarakat tahu, dan ketika ada yang membuat ulah, masyarakat biasa memberikan tindakan yang tegas,” ungkapnya.
Seperti diketahui, masyarakat lingkungan Salolo beberapa waktu lalu mengeluhkan adanya dugaan bekas gedung Wanita Kabupaten Luwu yang kerap digunakan oleh pemuda-pemudi untuk melakukan hal negatif.
Salah seorang pengurus Masjid Alhidayah Salolo, Herawan mengatakan jika sesuai laporan masyarakat dan sepengetahuan dirinya sendiri yang menyaksikan langsung, kerap terjadi adanya pasangan berjenis kelamin berbeda yang kerap ditemukan warga berduaaan baik di halaman maupun dari dalam gedung Wanita Kabupaten Luwu itu.
Tidak hanya itu, di sekitar gedung itu juga kerap digunakan sebagai tempat bermain judi oleh orang-orang yang tidak dikenal. “Hal ini sangat disayangkan, sebab lokasi bekas Gedung Wanita itu berada dekat dengan masjid dan sekolah,” ungkapnya.
Pihaknya pun menganjurkan kepada pengurus IPMAL untuk bersosialisasi kepada lingkungan sekitar dan bertanggung jawab atas segala aktifitas yang terjadi di dalam gedung yang saat ini telah diklaim menjadi Sekretariat Pengurus IPMAL itu.