Desa Bantilang yang berlokasi di Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur ini mungkin sebagai desa yang perputaran uang cukup tinggi di Sulawesi Selatan. Bagaimana tidak, setiap minggunya lebih dari Rp10 miliar uang berputar di desa ini.
Perputaran uang yang tinggi itu disebabkan karena hampir seluruh masyarakat desa ini berprofesi sebagai petani merica.
Kepala Desa (Kades) Bantilang, Arifin mengatakan kondisi alam Desa Bantilang sangat cocok untuk berkebun merica. Saat ini, petani setempat mampu untuk menghasilkan 8 hingga 10 ton untuk setiap hektar lahan.
Menurutnya, hasil yang cukup melimpah itu, berkat bantuan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah memberikan bantuan modalusaha, dan PT Vale Indonesia yang memberikan bantuan berupa pakar pertanian sehingga masyarakat dapat bertani dan menghasilkan secara maksimal.
“Sebelumnya petani panen sekitar 4 ton perhektar namun semenjak petani dibantu oleh Pemerintah alhasil meningkat menjadi 8 sampai 10 ton perhektarnya,” ungkap Arifin saat menggelar pesta panen yang dihadiri oleh Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma, Wakil Bupati Luwu Timur Muhammad Thorig Husler, Direktur Eksternal PT Vale Indonesia Basri Kamba, dan ratusan petani merica Desa Bantilang.
Menurut Arifin, dengan hasil panen yang tinggi itu, menyebabkan uang yang telah berputar setiap minggunya berkisar Rp10 Miliar.
“Tidak kurang Rp10 Miliar perminggu dana berputar di desa ini. Oleh karena itu, saya sudah bermohon ke Bank BPD Malili untuk membuka kas keliling di desa bantilang,” ungkap Arifin.
Sementara itu, Bupati Luwu Timur, Andi Hatta Marakarma mengatakan apresiasinya serta kebanggaan atas kemandirian masyarakat Desa Bantilang ini.
“Saya kira warga bantilang adalah warga yang beriman sehingga diberikan reski. Oleh karena itu mari kita syukuri apa yang saat ini telah kita terima dan jangan ada kata takabbur,” ungkap Hatta.
Menurutnya, dana yang digelontorkan Pemerintah ke daerah ini masih sangat minim. Oleh karena itu, pergunakan anggaran tersebut dengan sebaik-baiknya sementara pemerintah juga perlu mengawal petani terkait lahan yang ada diwilayah ini jangan sampai merambah ke hutan.
“Terima kasih kepada PT Vale untuk mendatangkan pakar pertanian, yakni Herman dari A+. Oleh karena itu, Saya berharap ke depan ada tenaga pendampingan dikarenakan tanaman merica perlu penanganan khusus,” ungkap Hatta.




