Pihak Kepolisian Resor Luwu Timur, KPU Lutim, dan Panwaslu Lutim mengaku heran dan kaget dengan kedatangan surat suara untuk Pemilihan Umum 2014, yang datang tiba-tiba tanpa permberitahuan. Terlebih lagi, surat suara yang diangkut dengan menggunakan truk itu datang tanpa ada pengawalan pihak keamanan.
Kapolres LuwuTimur, AKBP Rio Indra Lesmana mengatakan surat suara termasuk dalam dokumen rahasia Negara sehingga perlu mendapatkan perlakukan khusus, terutama dalam hal distribusi ke daerah.
“Informasi yang saya terima, hanya Kabupaten Luwu Timur dan Jeneponto yang surat suaranya tiba di daerah tanpa pemberitahuan dan tanpa pengawalan,” ujar Rio.
“Saya sama sekali tidak menyangka, surat suara yang merupakan dokumen negara diangkut begitu saja menggunakan truk tanpa ada pengawalan dari aparat keamanan. Bukan hanya itu, kami (polisi, red) sama sekali tidak mendapat pemberitahuan jumlah surat suara yang didistribusikan serta jadwal pengirimannnya,” ujar Rio.
Senada dengan itu, Ketua KPU Luwu Timur, Muhammad Nur mengaku heran dengan kejadian ini karena pihaknya juga tidak mendapatkan informasi sebelumnya dari KPU Pusat perihal pendistribusian surat suara tersebut.
“Saya tiba-tiba dihubungi oleh sopir yang mengaku dari ekspedisi yang ditunjuk oleh percetakan pemenang tender surat suara dan menginformasikan surat suara tersebut telah tiba di Malili,” ujar Nur.
Menurutnya, pendistribusian surat suara ini dilakukan oleh percetakan pemenang tender kepada masing-masing daerah di seluruh Indonesia, sesuai dengan instruksi kepala biro logistik KPU Pusat, Boradi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Luwu Timur telah menerima sebanyak 773.092 lembar surat suara dari percetakan kemitraan CV Titian ilmu Bandung, Sabtu (15/02/14) kemarin.
Saat ini, surat suara untuk pemilihan DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten Luwu Timur itu telah diamankan di kantor Departemen Agama (Depag) Luwu Timur dan dijaga ketat oleh pihak kepolisian Mapolres Luwu Timur.




