Sedikitnya 79 orang warga Kabupaten Luwu Timur saat ini telah dinyatakan positif menderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Dnas Kesehatan Luwu Timur melansir jika angka 79 ini tersebar pada sejumlah desa dan kecamatan di Luwu Timur sejak januari hingga minggu pertama bulan Mei tahun ini.
Kepala Dinas kesehatan Luwu Timur, April merincikan untuk bulan Januari terdapat 10 kasus yang tersebar di Desa Maramba Kecamatan Wotu, Baruga dan Kelurahan Malili Kecamatan Malili, Ledu-Ledu, Kecamatan Wasuponda, Magani, Kecamatan Nuha, Langkea Raya, Kecamatan Towuti, Kelurahan Tomoni dan desa Kalpataru kecamatan Tomoni serta desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana.
“Setiap Desa atau kelurahan itu terdapat 1 kasus atau satu orang yang dinyatakan positif terserang DBD,” ungkap April.
Sedangkan pada bulan Februari dari 22 kasus DBD yang dilaporkan tersebar pada 11 desa dengan penderita terbanyak di kelurahan Tomoni , Tabarano, Wasuponda dan Desa Tampinna, Angkona masing-masing 3 kasus. Sementara desa lainnya jumlah kasus yang ditemukan bervariasi mulai dari 1 hingga 2 kasus di bulan yang sama.
Pada bulan Maret, jumlah penderita DBD meningkat menjadi 29 kasus dimana desa Tampinna Angkona menempati urutan pertama tingginya angka penderita yang mencapai 13 orang, disusul Desa Wasuponda 4 kasus, Ledu-Ledu 3 kasus dan Desa Balai Kembang 2 kasus. Di bulan April, jumlah kasus DBD kembali mengalami penurunan dan disimpulkan terdapat 16 kasus yang menyerang 10 desa.
“ Desa Ledu-Ledu Wasuponda ditemukan 4 kasus DBD pada bulan April sementara 9 desa lainnya, seperti Wasuponda tiga kasus dan Laskap Tiga kasus, Sedangkan pada minggu pertama di bulan Mei ditemukan penderita DBD terdapat di desa Baruga dan kelurahan Malili sebanyak dua kasus,” ungkap April.
Mendengar tingginya jumlah kasus DBD di daerahnya, Bupati Luwu Timur Andi Hatta Marakarma menginstruksikan kepada dinas kesehatan, seluruh kepala Puskesmas sampai pada aparat desa untuk menggencarkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Dinas terkait hingga perangkat desa di tingkat bawah harus terjun langsung mensosialisasikan pemberatasan sarang nyamuk serta menggencarkan penyemprotan (fogging) di lokasi dan lingkungan yang dinilai rawan terserang DBD,” ungkap Hatta.
Selain itu ia mengimbau kepada seluruh elemen warga agar senantiasa menerapkan pola hidup sehat yang dimulai dari keluarga dan lingkungan sekitar sehingga terbebas dari nyamuk aides agepty.




