Tanah longsor yang terjadi di jalan poros trans Sulawesi tepatnya didesa Kasintuwu, Kecamatan Mangkutana Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (28/06/14) sekitar pukul 22.00 wita malam kemarin mengakibatkan kendaraan yang akan melintas dijalur ini harus rela antri berjam-jam untuk menunggu pembersian jalur tersebut. Sementara antrian kendaraan ini terlihat sepanjang kurang lebih 10 Kilometer.
Dari informasi yang dihimpun, sejak kejadian ini, akses jalur yang menghubungkan provinsi Sulawesi Tengah-Sulawesi Selatan masih diberlakukan sistem buka tutup karena adanya kendaraan dumtruk yang masih tertanam dilokasi longsor tersebut hingga Minggu, (29/06/14) hingga malam ini.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Luwu Timur, Andi Makkaraka yang dikonfirmasi awak media, Minggu (29/06/14) membenarkan adanya akses lokasi longsor tersebut masih dalam sistem buka tutup dikarenakan sebuah kendaraan dumtrak tertanam. Menurutnya, lokasi didesa Kasintuwu ini memang sudah kerap terjadi musibah longsor. Bahkan ditahun 2014 ini sudah terjadi sebanyak empat kali longsor dengan lokasi desa yang sama.
“Hingga malam ini, akses jalur yang menghubungkan antara provinsi Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah ini masih dalam sistem buka tutup. Saat ini dua alat berat masih beraktifitas dilokasi longsor,” ungkap Andi Makkaraka.
Mantan Asisten Pemerintahan ini mengaku jika pihaknya sudah menyurati dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi dan Binamarga terkait kerapnya terjadi longsor. Selain itu, juga melaporkan agar melakukan siaga dan melakukan penelitian terhadap stuktur batuan sepanjang jalan itu.
“Selain menyurati dinas PU atau Binamarga juga surat pernyataan bencana dari Bupati untuk mendukung Binamarga dalam rangka penanganan darurat terhadap kerusakan yang terjadi dan tempat-tempat pengamanan rawan longsor juga sudah kita siapkan,” ungkap Andi Makkaraka.




