Ternyata masih banyak warga kota Palopo yang sepakat Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) dikembalikan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) masing-masing. Pasalnya, pemilihan melalui DPRD dinilai sangat meminimalisir anggaran dibandingkan pemilihan langsung.
“Saya sangat setuju jika Pemilukada nantinya dikembalikan ke DPRD karena mengurangi biaya,” ungkap, Andi Ismunandar, Warga BTN Merdeka, Palopo, Minggu (14/09/14), saat menyaksikan kegiatan Maccera Tasi’ dan Festival Tanjung Ringgit di Pelabuhan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Ringgit Palopo, siang tadi.
Menurut pensiunan PNS Kota Palopo ini, selain mengurangi biaya Pemilukada, hubungan kekeluargaan juga tidak akan pecah karena perbedaan pilihan.
“Anggota DPRD kan perwakilan rakyat jadi apa salahnya jika Pemilukada ini kembali ke Dewan. Kalau pemilihan langsung sangat rawan terjadi perpecahan antar keluarga karena perbedaan pilihan,” ungkap Ismunandar.
Dia pun mencontohkan perpecahan akibat pemilukada langsung, yakni insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintahan pasca Pemilukada Palopo lalu. “Kita semua memiliki trauma akan Pemilukada langsung, saat insiden pembakaran sejumlah kantor pemerintah di Palopo beberapa waktu lalu,” ungkapnya. (*)




