Pihak Kepolisian Resor (Polres) Palopo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelidiki penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan bengkel milik PT Panel Utama dan sejumlah rumah milik warga di Jl Muhammad Kasim Palopo, Selasa (16/9/14) lalu.
Pantauan luwuraya.com, olah TKP itu menurunkan tim identifikasi dari Polres Palopo dan mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti kompor sumbu, tabung gas elpiji, kabel listrik yang terbakar, dan sejumlah barang bukti lainnya.
Kapolsek Wara Utara, AKP Simon yang dikonfirmasi mengatakan, seluruh barang bukti yang dikumpulkan itu selanjutnya akan dikirim ke Laboratorium Forensik (Labfor) Kepolisian Daerah (Polda) Selawesi Selatan dan Barat (Sulselbar) guna penyelidikan lebih lanjut.
“Kami belum bisa menyimpulkan apa-apa terkait penyebab terjadinya kebakaran, namun informasi awal yang kami terima dari sejumlah saksi mata diduga penyebab kebakaran adalah arus pendek listrik, sebab warga pertama kali melihat asap dan api dari plafon bengkel bagian belakang,” ujar Simon.
Dalam kejadian kebakaran hebat ini, sedikitnya empat unit mobil truk hangus terbakar pada bagian depan, dua unit mesin las, lima unit motor, tiga unit mesin kompresor, dan sejumlah peralatan alat berat milik perusahaan.
Selain membakar bengkel milik PT Panel Utama, kasus kebakaran ini juga membakar sebanyak tujuh rumah warga. Belum diketahui berapa total kerugian yang diderita akibat kejadian ini. Namun, perhitungan sementara disebutkan jika kerugian dari pihak warga sekitar mencapai ratusan juta rupiah, sementara kerugian dari PT Panel Utama diprekirakan mencapai Rp2 miliar.
Sementara itu, Pemerintah Kota Palopo telah menyalurkan bantuan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal akibat kejadian kebakaran itu. Bantuan diberikan kepada tujuh kepala keluarga, dengan total jumlah jiwa sebanyak 25 orang.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Sosial Kota Palopo, Baso Najamuddin mengatakan pemerintah menyalurkan bantuan berupa beras, selimut, tikar, ikan kaleng, mie instan, dan alat masak kepada korban kebakaran.
“Bantuan kami serahkan langsung kepada warga, untuk mengurangi beban penderita. Sebanyak 25 warga baik orang tua maupun anak anak saat ini untuk sementara menumpang di rumah tetangga yang selamat dari amukan api,” ujar Baso.




