Perubahan cara berfikir atau mindset guru dalam jenjang pendidikan sangat penting dilakukan mengingat kondisi kemajuan dan informasi yang saat ini cukup pesat tentu memerlukan penyesuaian.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Pembangunan, Labesse yang mewakili Bupati Luwu Timur saat membuka Seminar dan Lokakarya (Semiloka) Perubahan Mindset Guru TK Negeri/Swasta se – Kabupaten Luwu Timur yang berlangsung selama dua hari, dari tanggal 29-30 September 2014, di Di Gedung Simpurusiang, Senin (29/09).
Menurut Labesse, guru yang terampil mengajar tentu harus pula memiliki pribadi yang baik dan mampu menjadi panutan bagi para siswanya. Perubahan terhadap cara berpikir, hanya akan terjadi jika kita membuang terlebih dahulu metode-metode atau cara-cara berpikir masa lampau, dan menggantinya dengan cara berpikir baru sesuai dengan tuntutan zaman atau situasi dan kondisi saat ini.
Namun kata Labesse persoalan umumnya yang dapat lihat secara kasat mata adalah justru kemampuan untuk melakukan perubahan cara berpikir inilah yang paling sullit dirubah oleh para guru karena sudah merasa terbiasa.
“Untuk menghadapi perubahan zaman maka setiap orang dituntut untuk melakukan perubahan terhadap cara berpikirnya,” ungkap Labesse.
Kepala Bidang pendidikan Dasar dan Intra Sekolah, H Ahmar mengatakan tujuan pelaksanaan seminar dan lokakarya ini agar pola pikir, cara pandang dan pendekatan yang pariatif para guru taman kana-kanak semakin baik dan sesuai dengan tuntutan zaman.
Lanjutnya, seminar dan lokakarya diikuti 175 peserta dengan rincian guru TK Negeri 22 orang, TK Swasta 153 orang.
Pembukaan seminar yang juga dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Luwu Timur Sukman Sadike, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Dikbudparmudora) Ismail dan Dewan Pendidikan Kabupaten Luwu Timur. H.D. Kasim.
Tampil sebagai pembicara pada seminar tersebut Direktur Performa Cendikia Jakarta Hanny Hendrani, Muhammad Fahrizal, dan Nanang Qosim Yusuf. Sementara materi yang dipaparkan diantaranya, perubahan mindset, potensi dan prestasi kerja dalam kebersamaan, dan One Minute Awareness. Selain itu, juga ada materi tambahan yakni upaya mencipatakn lingkungan bersih narkoba dilingkungan/sekolah dari Badan Narkotika Nasional (BNN) oleh Didik Kusnadi.




