Setelah berjalan beberapa waktu lalu, Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) dibidang pertanian melakukan evalusi program. Sejumlah stake holder terkait diantaranya Tim Koordinasi, Tim Fasilitator dan pelaksana program PTPM termasuk penyuluh pertanian dan tim pendamping dari A+ CSR Indoensia juga turut ambil bagian dalam kegiatan evaluasi tersebut yang berlangsung di Di Ruang Rapat Otuno Ontaeluwu, Sorowako Kecamatan Nuha, Rabu (11/02/15).
Evaluasi program tersebut dilakukan untuk melihat kembali apakah program atau kegiatan telah dapat dijalankan sesuai dengan perencanaan dan tujuan yang diharapkan. Dari kegiatan evaluasi tersebut akan diketahui hal-hal yang telah dicapai, apakah suatu program dapat memenuhi kriteria yang telah ditentukan.
“Untuk mendapatkan hasil yang baik dalam melaksanakan Program Terpadu Pengembangan Masyarakat (PTPM) sebagaimana yang telah berjalan, maka diperlukan singkronisasi antara pihak terkait sehingga nantinya dilapangan tak lagi bersinggungan,” ungkap Kepala Badan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kelautan (BP4K) Kabupaten Luwu Timur, Nursih Hariani saat membuka kegiatan tersebut yang sekaligus bertindak selaku narasumber.
Menurut Nursih, Lokakarya yang bertajuk Rencana Kerja Program Pertanian Berkelanjutan ini dilakukan untuk membahas sejumlah permasalahan yang terjadi dilapangan selama program ini digulirkan.
Olehnya itu, lanjut Nursih untuk mencapai tujuan ini, pihaknya meminta agar A+CSR sebagai fasilitator untuk tetap berkoordinasi dengan tim yang ada di kabupaten, sehingga tidak lagi terjadi tumpang tindih program.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari penuh tersebut selain menghadirkan Kepala BP4K Nursih Hariani sebagai pembicara, Tim Koordinasi PTPM juga menghadirkan Ketua Joglo Tani Sleman, Yogyakarta, T.O Suprapto dan dari tim A+ CSR Indonesia.




