Budiman Hakim dan Andi Baso Makmur (BBM) secara bersamaan telah mendaftarkan diri di tim desk penjaringan Bakal Calon (Balon) Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra).
Patauan luwuraya.com, kedatangan BBM ini disambut baik oleh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Luwu Timur, I Ketut Swantara disekertariat di Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Senin (04/05/15) sekitar pukul 17.30 wita.
Sebelum dirinya (BBM) mengembalikan formulir pendaftarannya, pasangan ini terlebih dahulu menyampaikan orasi politiknya dihadapan ribuan tim keluarga dan relawannya itu.
Dalam kesempatan itu, Andi Baso Makmur mengaku jika kedatangannya bersama dengan Budiman Hakim sudah menjadi paket menuju Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan dihelat Desember mendatang.
“Kami adalah paket Bupati dan Wakil Bupati, kami tidak pernah main-main untuk berpaket di Pilkada,” ungkap Andi Baso Makmur.
Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Tarkim) Kabupaten Luwu Timur, Budiman Hakim mengucapkan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang mengakibatkan kemacetan akibat iring-iringan tersebut.
Menurutnya, kemacetan yang terjadi bukanlah sesuatu hal yang disengaja melaingkan keluapan dari keluarga, relawan dan simpatisan yang berniat tulus mengantar ke tempat pengembalian formulir di Partai besutan Prabowo ini.
“Ini bukanlah kesengajaan tetapi ini merupakan luapan dari keluarga dan sahabat, oleh karena itu, kami memohon maaf jika ada kekhilafan kami selama proses pengembalian formulir ini terjadi,” ungkap Budiman.
Pada pendaftaran ini, Budiman berharap semoga dirinya dapat diusung oleh Partai Gerindra sebagai kendaraan politik pada pesta demokrasi lima tahunan Desember mendatang. “Kami titipkan diri kami berdua agar dapat diusung oleh Partai Gerindra,” ungkap Budiman.
Sementara itu, ketua DPC Partai Gerindra Luwu Timur, I Ketut Swantara mengatakan jika saat ini tidak ada yang bisa menglaim atau pun jual beli partai di Gerindra. Menurutnya, isu yang berkembang terkait adanya Balon Bupati yang telah membeli partai Gerindra tersebut hanyalah fitnah dan merusak citra partai.
“Didalam partai, ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan seperti tahapan pendaftaran di tim desk Pilkada, partai Gerindra tidak ada yang istimewa dan semuanya sama termasuk kader sendiri,” tegas Ketut dihadapan ribuan simpatisan BBM ini.