Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Krisis Air di Toraja, Warga Terpaksa Gali Sumur 30 Meter
News

Krisis Air di Toraja, Warga Terpaksa Gali Sumur 30 Meter

Redaksi
Redaksi Published 2 Oktober 2015
Share
3 Min Read
SHARE

Musim kemarau berkepanjangan saat ini mengakibatkan krisis air bersih di Tana Toraja. Sumber induk PDAM di daerah ini pun kering, sehingga memaksa warga berupaya mencari sumber air bersih meski harus bersusah payah. Seperti yang dilakukan warga Lembang Lea, Kecamatan Makale, Tana Toraja, Rabu (30/9/15) kemarin.

Mereka terpaksa menggali sumur sedalam 30 meter untuk mencari sumber air. Meski di area bebatuan, warga di Lembang Lea ini berupaya keras menggali sumur demi kebutuhan air bersih. Sementara, pemerintah melalui PDAM setempat belum mengupayakan alternatif layanan air bersih.

Anggota DPRD Tana Toraja, Kristian HP Lambe, mengaku prihatin dengan kondisi yang dialami warga saat ini. Menurutnya, warga sangat membutuhkan air bersih, PDAM memberikan layanan alternatif berupa penyediaan tangki air bersih kepada warga. Kalaupun ada, layanan tangki air bersih itu tidak merata.

Kristian Lambe mengaku cukup sedih ketika melihat warga bersusah payah menggali sumur demi mendapatkan air bersih. Warga di Lembang Lea berupaya keras menggali sumur meski di daerah bebatuan.

“Sudah digali sedalam 10 meter, airnya masih belum muncul juga. Jadi, warga menggali terus hingga kedalaman 20 atau 30 meter. Agar aman menggali ke bawah, warga bahkan menggunakan beberapa batang bambu sebagai titian di sumur itu, apalagi memang sangat berbahaya jika melihat penggalian sumur itu karena tampak ada batu-batu besar,” jelasnya.

Krisis air bersih melanda sebagian besar wilayah Tana Toraja beberapa bulan terakhir. Di wilayah barat, seperti Kecamatan Rembon, Saluputti, Rantetayo, mengalami hal sama. Warga berupaya membuat sumur meski sangat dalam.

Sebagian besar warga memanfaatkan air sungai untuk digunakan memasak dan mencuci. Kondisi ini sudah berlangsung beberapa bulan terakhir, namun tidak ada perhatian dari pemerintah daerah, atau instansi terakit.

Di Rembon dan Ulusalu, pinggir-pinggir sungai pun tampak berjajar sumur-sumur dengan maksud mendapatkan air bersih. Eko mengaku sangat kecewa dengan layanan pemerintah yang seolah tidak peduli dengan kondisi seperti itu.

Eko, warga Rembon, mengaku kesulitan dengan kondisi seperti itu. “Yah, kami mandi dan mencuci di sungai. Lalu kami mengangkut air bersih ke rumah untuk dimasak. Aliran air bersih dari PDAM sudah kering, tapi herannya kita tetap membayar tagihan bulanan,” katanya. (*)

 

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Mantan Anggota DPRD Wafat, Bupati Luwu Timur Sampaikan Belasungkawa

Husler Jadi Irup Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-74

Malas Hadiri Pembahasan, Kadis Terancam Dicopot

Staf Ahli Pembangunan Apresiasi Kegiatan FGD Metadata Statistik Sektoral

Budiman : Pengembangan Kompetensi Tenaga Pekerja Prioritas Utama

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Amping Merapat ke Nico-Victor, Bagaimana Nasib Gerindra Toraja?
Next Article Pesawat Aviastar Rute Masamba-Makassar Hilang Kontak

You Might Also Like

Hukum

Dua Orang Diciduk di Malili Lantaran Membawa Narkoba

20 Desember 2013
Luwu Timur

Bupati Lutim Hadiri Rakornas Forkopimda 2019 Di Bogor

13 November 2019
Luwu Timur

Tinjau Korban Banjir, Budiman : Segera Cari Titik Masalahnya

11 Maret 2022
Budaya

Yusuf Pombatu Apresiasi Gerakan Bersih-Bersih “Mompokolena Inia” di Sorowako

10 Agustus 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?