Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Bayi Berkepala Dua di Luwu Meninggal Dunia Usai Dilahirkan
Metro

Bayi Berkepala Dua di Luwu Meninggal Dunia Usai Dilahirkan

Redaksi
Redaksi Published 5 Februari 2016
Share
2 Min Read
SHARE

Bayi perempuan berkepala dua yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru, Belopa, dilaporkan meninggal dunia. Putri dari pasangan Sampe dan Yuli ini sempat bertahan hidup sehari, dan dirawat dalam incubator, sebelum dinyatakan meninggal dunia, Rabu (3/2/16) kemarin.

Informasi yang dihimpun, bayi berkepala dua ini dilahirkan prematur, yakni lahir saat usia kandungan baru delapan bulan. Kondisi kepala bayi tersebut juga berdempet atau saling menempel satu dengan lainnya.

Kesedihan terpancar jelas di wajah Yuli yang masih terbaring lemah di ruang pewaratan RSUD Batara Guru. Dia mengaku tidak mengetahui penyakit yang menyebabkan putri keduanya itu meninggal dunia. “Saya hanya sempat memeluk bayi saya yang sudah meninggal sebelum dibawa pulang untuk dikuburkan,” ungkapnya.

Kesedihan atas kehilangan putrinya itu tidak sampai disitu saja. Pasalnya, Yuli dan Sampe juga harus bingung melunasi tagihan biaya persalinan rumah sakit yang jumlahnya mencapai Rp20 juta.

Yuli mengaku baik dirinya maupun sang suami tidak memiliki asuransi apapun yang bisa membantu membiayai ongkos rumah sakit. “Saya juga tidak punya BPJS, keluarga baru mengurusnya saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Batara Guru, Suharkimin tidak berhasil dikonfirmasi terkait adanya kejadian ini. Saat didatangi, ruang kerjanya dalam kondisi tertutup rapat. Tidak hanya Suharkimin yang bungkam, sejumlah perawat dan dokter yang sedang bertugas jaga juga enggan memberikan keterangan soal meninggalnya bayi malang itu.

 

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Danlantamal VI Kunjungi Luwu Timur, Bahas Sinergi Keamanan Maritim dan Investasi Daerah

Hari Ini, KPU Lutim Distribusi Logistik Pilpres

Hari Ini Total Pasien Sembuh Kembali Meningkat Menjadi 1.340 dan Tidak Ada Kasus Baru

Ini Arah Kebijakan RKP 2024 Pemerintah Menurut Staf Ahli Pembangunan

Tim Terpadu Temukan Makanan Tidak Layak Jual Saat Pengawasan di Pasar Malindungi Sorowako

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article ILO-Promote Gelar Diskusi dan Pemutaran Film Dokumenter di Palopo
Next Article 30 Anggota Dewan Bertemu Konstituen

You Might Also Like

Luwu Timur

Husler : Optimalisasi Zakat Bantu Pemerintah Tekan Angka Kemiskinan

12 Agustus 2020
Luwu Timur

Pemkab Lutim Akan Gelar Apel Siaga Gelar Pasukan dan Peralatan kesiapsiagaan Bencana Alam

18 November 2022
Luwu Timur

Wabup Irwan Hadiri Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pengamanan Kampanye

22 Maret 2019
Metro

Bupati: Mulai Minggu Depan, Tidak Ada Lagi Titip Absen ASN di Lutim

4 Agustus 2025
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?