Bayi perempuan berkepala dua yang lahir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Batara Guru, Belopa, dilaporkan meninggal dunia. Putri dari pasangan Sampe dan Yuli ini sempat bertahan hidup sehari, dan dirawat dalam incubator, sebelum dinyatakan meninggal dunia, Rabu (3/2/16) kemarin.
Informasi yang dihimpun, bayi berkepala dua ini dilahirkan prematur, yakni lahir saat usia kandungan baru delapan bulan. Kondisi kepala bayi tersebut juga berdempet atau saling menempel satu dengan lainnya.
Kesedihan terpancar jelas di wajah Yuli yang masih terbaring lemah di ruang pewaratan RSUD Batara Guru. Dia mengaku tidak mengetahui penyakit yang menyebabkan putri keduanya itu meninggal dunia. “Saya hanya sempat memeluk bayi saya yang sudah meninggal sebelum dibawa pulang untuk dikuburkan,” ungkapnya.
Kesedihan atas kehilangan putrinya itu tidak sampai disitu saja. Pasalnya, Yuli dan Sampe juga harus bingung melunasi tagihan biaya persalinan rumah sakit yang jumlahnya mencapai Rp20 juta.
Yuli mengaku baik dirinya maupun sang suami tidak memiliki asuransi apapun yang bisa membantu membiayai ongkos rumah sakit. “Saya juga tidak punya BPJS, keluarga baru mengurusnya saat ini,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur RSUD Batara Guru, Suharkimin tidak berhasil dikonfirmasi terkait adanya kejadian ini. Saat didatangi, ruang kerjanya dalam kondisi tertutup rapat. Tidak hanya Suharkimin yang bungkam, sejumlah perawat dan dokter yang sedang bertugas jaga juga enggan memberikan keterangan soal meninggalnya bayi malang itu.




