Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Luwu Timur saat ini tengah mengantisipasi kenaikan harga Sembilan Bahan Pokok (Sembako).
Antisipasi itu dilakukan dalam rangka melakukan survey di sejumlah pasar yang ada di daerah yang di juluki Bumi Batara Guru ini. Survey tersebut mulai dilakukan dipasar Wotu, Senin (30/5) ini.
Kepala Dinas (Kadis) Koperindag Luwu Timur, Zakaria Bakri mengatakan, survey ini dilakukan dalam rangka mengendalikan harga kebutuhan pokok menjelang bulan suci ramadhan dan lebaran 1437 Hijriah.
“Bisa jadi ada pedagang yang memanfaatkan momen ini dengan melakukan penimbunan menjelang lebaran nanti. Oleh karena itu, survei yang kita lakukan ini merupakan bentuk pengawasan untuk stabilitas harga,” ungkap Zakaria.
Menurutnya, survei yang dilakukan pihaknya ini merupakan langkah awal untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok dipasar serta mengimbangi harga pasar agar tidak terlalu tinggi.
“Tujuan untuk menjaga ketersediaan dan kebutuhan itu bisa seimbang,” ungkap Zakaria kepada harian koran Radar Luwu Timur, Jum’at (27/5/16).
Zakaria menambahkan, pada survai pasar yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini tentu akan semaksimal mungkin dapat meredam kenaikan harga sembako yang berlebihan.
Sebab, kata Zakaria, menjelang bulan suci Ramadhan tidak dipungkiri kalau harga kebutuhan bahan pokok cendrung mengalami kenaikan karena adanya permainan harga diantara sesama pedagang di pasar.
“survei ini merupakan bentuk pengawasan untuk mengantisipasi agar para pedagang tidak main – main,” ungkap Zakaria.




