Mapolres Luwu Timur mulai menggelar operasi ramadniya dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri 1437 hijriah. Kegiatan ini mulai berlangsung, Kamis (30/6) hari ini hingga, Jum’at (15/7) mendatang.
Dalam operasi tersebut melibatkan 113 personil gabungan Polri, TNI, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol – PP dan dinas terkait lainnya.
Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, operasi dalam rangka pengamanan hari raya idul fitri yang selama ini dikenal dengan “ketupat” berubah menjadi “ramadniya” yang merupakan singkatan ramadhan dan hari raya.
“Operasi ramadniya ini akan dilaksanakan selama 16 hari dari tanggal 30 Juni hingga 15 Juli 2016,” ungkap Parojahan pada apel gelar pasukan yang berlangsung dihalaman Mapolres Luwu Timur.
Menurutnya, rencana operasi yang telah dipersiapkan ini sudah dilakukan dengan matang agar dapat dilaksanakan dengan baik dan sinergis bersama seluruh stakeholder terkait agar situasi Kamtibmas maupun Kamseltibcar lantas yang kondusif dapat terwujud.
“Peningkatan aktivitas masyarakat harus dikelola dengan baik agar tidak menjadi permasalahan Kamtibmas dan Kamtibselcar lantas baik waktu menjelang maupun setelah hari raya,” ungkapnya.
Ditemui terpisah, Kepala Bagian (Kabag) Ops Mapolres Luwu Timur, Kompol Amiruddin Majid mengatakan, personil gabungan yang diturunkan sebanyak 113 orang. Untuk satu pos pengamanan akan disiagakan 15 personil.
“Di Luwu Timur, ada tujuh pos pengamanan yakni Burau, Tarengge, Tomoni, Terminal Malili, Wawondula, Wasuponda, dan Soroako. Masing – masing pos akan ditempatkan 15 orang personil gabungan,” ungkap Amir.




