Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Gegara Uang Rp23 Ribu, Warga Minta Husler Copot Pejabat Ini!!!
Metro

Gegara Uang Rp23 Ribu, Warga Minta Husler Copot Pejabat Ini!!!

Redaksi
Redaksi Published 28 Januari 2017
Share
2 Min Read
SHARE

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler diminta oleh warganya untuk segera mengambil langkah tegas dengan cara mencopot, La Besse dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik).

Soalnya, La Besse dinilai telah mengeluarkan rekomendasi yang bertentangan dengan niat tulus Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dalam rangka pemberantasan Pungutan Liar (Pungli).

“Kami meminta ke Bupati agar mencopot Kadis Pendidikan karena dinilai telah mengeluarkan kebijakan sendiri yang bertentangan niat tulus Presiden,” ungkap Erwin R Sandi, warga desa Puncak Indah, kecamatan Malili.

Erwin yang juga ketua Pospera Luwu Timur ini menilai kalau sikap yang dilakukan oleh Kadisdik tersebut tanpa sepengetahuan pimpinan dalam hal ini Bupati atau wakil Bupati.

“Ini dugaan Pungli, saya rasa pak Bupati atau Wakil tidak tahu soal adanya rekomendasi ini dalam rangka cek golongan darah untuk siswa dan guru disekolah. Parahnya ada pungutan Rp23 ribu per siswa,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan, La Besse tidak membatah soal adanya rekomendasi tesebut. Menurutnya, seluruh akibat dari rekomendasi itu akan menjadi tanggung jawab dirinya.

“Untuk masalah ini saya yang tanggung jawab ndi,” ungkap La Besse melalui pesan singkatnya, Minggu 28 Januari.

Cek golongan darah ini, kata La Besse, bertujuan semata – mata hanya untuk mengetahui gol darah saja. Itu dilakukan karena rupanya masih banyak teman guru apalagi siswa yang belum mengetahui gol darahnya.

“Semua sudah dihentikan, biaya tersebut kata pengelolanya untuk biaya pemeriksaan, pemotretan dan pembuatan kartu,” ungkap La Besse.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Buruan! Pendaftaran Maba Tahap II Akbid Muhammadiyah Berakhir 6 Juli

Bupati Lutim Hadiri Pelantikan Wakil Ketua Pengadilan Agama Malili

Kadis Dagkop UKM Lutim Ikuti Jalan Sehat Harkopnas Sinjai

Bupati Budiman Doakan Tim Futsal Lutim Sukses di Turnamen FKJ Palopo

Hari Pertama, Wali Kota Palopo Gelar Buka Puasa Bersama

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Sekda Buka Rekrutmen Pegawai Rativi
Next Article Pejabat Lutra Wajib Buat Akun WhatsApp

You Might Also Like

Metro

Ribuan Kader Meriahkan Jambore PKK Sulsel, Luwu Timur Tampil Solid

3 Oktober 2025
Luwu Timur

Tim PTPPS Lutim Gelar Rakor Percepatan Penurunan Stunting

11 April 2022
Luwu Timur

Dilepas Bupati Luwu Timur, Ribuan Peserta Meriahkan Jalan Sehat “JALISA”

16 Agustus 2023
Luwu Timur

Husler Lantik Pejabat Eselon III dan IV

31 Mei 2019
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?