Kabar terbakarnya pasar malindungi, Desa Nikel, Kecamatan Nuha meluas. Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam beserta Anggota DPRD, Andi Baharuddin, Pieter Ka’pe Parrangan, dan H. Hendra Adiputra Hatta mengunjungi lokasi kebakaran. Kamis (23/2/2017) siang ini.
Sebanyak 306 kios dan lods yang berpemilik 288 orang ludes dilalap Si jago merah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Sekretaris Camat Nuha, Indra Wijaya mengatakan pasar malindungi yang terdampak kebakaran seluas 6.037 meter persegi itu kini membutuhkan bantuan.
“Jika dimungkinkan, pasar secepatnya dibangun kembali,” ujar indra.
Ketua DPRD Luwu Timur, Amran Syam yang meninjau lokasi langsung dikerumuni warga. Seorang nenek terlihat menangis memeluk Amran, nenek tersebut meminta agar memikirkan nasib warga pasar korban kebakaran.
Dihadapan warga, amran menyarankan kepada pemerintah Kabupaten agar membentuk Panitia tanggap darurat dan segera untuk sementara dibangun kios dan lods-lods untuk membentuk pasar darurat. Keberadaan pasar dianggap penting bagi roda perekonomian.
“DPRD mendorong Pemkab agar membentuk Panitia tanggap darurat bencana pasca kebakaran dan segera menangani pendistribusian bantuan kepada korban terdampak baik secara psikologis maupun material.” ujar amran.
Sebelumnya Kebakaran pasar malindungi tersebut dimulai sekitar pukul 03.00 Wita Kamis dini hari, salah seorang saksi, icank mengatakan api tiba-tiba muncul dan dengan cepat menyebar dikarenakan angin kencang, bahan kayu dan kain yang mudah terbakar. Firerescue milik PT. Vale Indonesia yang datang sempat berupaya keras untuk kobaran api tidak meluas.
“Rabu Minggu depan, kita akan Rapat Dengar Pendapat agar dicarikan solusi terbaik pasca kebakaran dalam rangka pemulihan Pasar ini (Malindungi, Red)” tutup Amran.




