Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Puluhan Jemaat Dilarikan ke Puskesmas Angkona
Hukum

Puluhan Jemaat Dilarikan ke Puskesmas Angkona

Redaksi
Redaksi Published 21 Mei 2017
Share
2 Min Read
SHARE

Sebanyak 28 orang jemaat gereja telah dilarikan ke Puskesmas Angkona, kecamatan Angkona, kabupaten Luwu Timur, Sabtu (20/5/17) sekitar pukul 17.30 wita.

Jemaat gereja tersebut dilarikan akibat memakan makanan jenis kue pawa dan donat saat kegiatan ibadah rumah tangga gereja, jemaat Gereja GKST Moria Angkona dan Jemaat Gereja GIPIL Angkona.

Kapolres Luwu Timur, AKBP Parojahan Simanjuntak mengatakan, puluhan jemaat ini merasakan mual, pusing dan muntah – muntah setelah mengkonsumsi makanan kue jenis pawa pada donat tersebut.

Berdasarkan hasil penyelidikan, kata Parojahan, makan itu telah dipesan dijasa katering kue milik Suhaini, didusun Turunan Bajo, desa Tampinna, kecamatan Angkona. “Mereka merasa mual, pusing dan muntah setelah memakan kue itu,” katanya.

Menurutnya, pihak Puskesmas Angkona sendiri juga sudah memperbolehkan pulang sebanyak 24 orang jemaat dari 28 orang jemaat yang telah dirawat. “Ada empat orang lainnya masih rawat inap karena kondisinya masih lemas,” ungkap Parojahan.

Dirinya menambahkan, hasil sementara pihak medis jika puluhan orang tersebut telah mengalami keracunan setelah mengkonsumsi makanan jenis kue pawa dan donat. “Diduga kuat campuran kue telah kedaluwarsa,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemilik Katering, Suharni mengaku telah merasakan adanya aroma lain dari bubuk powder yang akan digunakan itu. Hanya saja, ia menganggap kalau bubuk tersebut masih dapat dicampurkan kedalam adonan kue.

“Bubuk powder ini dibeli sekitar setahun yang lalu dan disimpan didalam toples. Keluarga kami juga ikut mengalami gejala keracunan makanan termasuk saya sendiri,” ungkap Suharni.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

BBM Turun, Organda Konslutasi Ke Dishub Soal Tarif Angkutan Umum

Bupati Luwu Timur Resmikan Markas PMI Kecamatan Wasuponda

24 Daerah Hadir, PKK Lutim Antusias Ikuti Pelatihan Leadership with Heart

Panwaslu Akan Panggil Oknum PNS Ini

Diundang Talk Show, Bupati Paparkan Program Unggulan

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Legislator Demokrat Minta Bupati Lutim Tutup Cafe dan THM
Next Article ABM Dicopot Dari Hanura Lutim. Ini Penggantinya!!!

You Might Also Like

Metro

DPRD Palopo Tetapkan 11 Ranperda dan Sampaikan Rekomendasi atas LKPj 2024

24 April 2025
Luwu Timur

Sekda Lutim Ajak ASN dan Masyarakat Tertib Bayar Pajak Setiap Tahun

19 Februari 2024
Luwu Timur

Hadiri Pesta Rakyat, Budiman Serahkan Bantuan Pupuk Organik Cair kepada Gapoktan

12 Juli 2024
Metro

BPBD Palopo Siagakan Personel Untuk Pencarian Pesawat Hilang

2 Oktober 2015
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?