Quantcast
HEADLINE TOPIK:
Bupati Luwu Timur Apresiasi Penyelenggara Webinar Kebudayaan
Sabtu,17 Juli 2021 | 22:13 WITA |

LUTIM – Bupati Luwu Timur, H. Budiman bersama Bupati/Walikota se Tana Luwu mengikuti webinar kebudayaan dalam rangka memeriahkan HUT ke-19 Kota Palopo, Sabtu (17/07/2021). Webinar Kebudayaan dengan tema “‘I La Galigo, Dari Tana Luwu Untuk Generasi Milenial Sebagai Penerus Kebudayaan” yang dilaksanakan oleh Pemegang Mandat Adat Pancai Pao langsung dari Gedung Ratona, Kantor Walikota Palopo.

Dalam sambutannya, Bupati Luwu Timur, H. Budiman mengapresiasi Adat Pancai Pao Kedatuan Luwu selaku penyelenggara Webinar Budaya yang telah mengambil langkah strategis guna membangun benteng pertahanan budaya kita, utamanya kepada milenial Wija to Luwu.

Dalam sejarahnya, kata H. Budiman, bahwa kita di Tana Luwu ini adalah satu. Kita semua adalah bagian integral dari Kerajaan atau Kedatuan Luwu yang kedudukan pertamanya berada di Ussu Malili sebagai pusat Pemerintahan dibawah kepemimpinan Pajung Luwu Pertama.

Untuk itulah Kabupaten Luwu Timur, meskipun merupakan adik bungsu daerah otonom, menyebut dirinya sebagai Bumi Batara Guru yang dalam sejarah I Lagaligo disebut sebagai tempat bermulanya Kedatuan Luwu. Lalu, dinamika Kedatuan berkembang yang mana Were’ atau Pusat Pemerintahan Kedatuan Luwu beberapa kali telah berpindah hingga berakhir di Kota Palopo hingga saat ini.

Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa, Kedatuan Luwu memberikan andil yang sangat besar dalam proklamasi kemerdekaan itu. Yang mana Kedatuan Luwu merupakan kerajaan pertama di Sulawesi Selatan yang menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia dan Pajung Luwu Datu ke-35 Andi Djemma telah menyerahkan kekuasaan dan asset Kedatuan Luwu kepada bapak Proklamasi Indonesia Ir. Soekarno pada tahun 1945.

Salah satu warisan leluhur yang masih dipegang teguh adalah “wanua mappatuo na ewai alena”, (negeri yang menghidupi, dan mampu memberdayakan dirinya sendiri).

“Sampai saat ini, alhamdulillah, Kabupaten Luwu Timur telah mampu mentransformasikan diri menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, pusat perkembangan industri dan pusat pengembangan sektor pertanian yang penting di Sulawesi Selatan. Capaian pembangunan Kabupaten Luwu Timur telah dirasakan hasil dan manfaatnya oleh masyarakat Luwu Timur,” ujar Bupati.

Menutup sambutannya, Bupati berharap bahwa hasil diskusi kita hari ini dapat memberikan inspirasi kepada kami di Luwu Timur untuk mencapai visi dan misi kami sebagai “Kabupaten Luwu Timur yang maju melalui pembangunan berkelanjutan dengan berlandaskan nilai agama dan budaya dengan city branding Luwu Timur Inspiring”.

Webinar yang dipandu oleh moderator Haeril Alfajri (Trainer Muda Tana Luwu), menghadirkan tiga narasumber. Yakni Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Unhas, Prof. Dr. Nurhayati Rahman, MS, yang berbicara transformasi nilai I La Galigo di kalangan milenial. Kemudian H. Harisal A. Latief, SPi, M.Si., sebagai Penulis Buku Kedatuan Luwu, yang juga saat ini merupakan anggota DPRD Palopo.

Pemateri terakhir Wakil Ketua DPRD Sulsel, H. Syaharuddin Alrif, SIP., MM. yang membahas upaya legislatif dalam pelestarian budaya di Sulsel, utamanya bagaimana agar I La Galigo ini masuk dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah. Sehingga generasi penerus bangsa ini tidak melupakan budayanya.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Pemda se Luwu Raya, PT. Vale, dan para Tokoh adat dan pemerhati budaya. (hms/ikp/kominfo)

Redaksi menerima komentar terkait berita atau siaran pers yang ditayangkan. Isi komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
loading...