LUWU TIMUR – Destinasi Wisata Laa Waa River Park yang berlokasi di Desa Matano, Kecamatan Nuha, akhirnya diresmikan oleh Bupati Luwu Timur, H. Budiman yang ditandai dengan penandatangan prasasti, Sabtu (06/05/2023).
Pada kesempatan ini, Bupati Budiman yang didampingi Management PT. Vale, Kepala Dinas Parmudora, para Asisten dan Staf Ahli juga meresmikan Aula Wisata yang berada dilokasi tersebut.
Laa Waa River Park ialah sebuah destinasi wisata baru Desa Matano yang pernah dikunjungi Direktur Tata Kelola Destinasi, Indra Ni Tua karena berhasil masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia. Untuk berkunjung ke tempat ini, kita perlu menyewa sebuah raft untuk menyeberang danau dengan estimasi perjalanan 1 jam dari dermaga Nuha.
Pada kesempatan ini, Bupati Budiman menitip kepada kepala desa matano agar merapatkan dengan masyarakat untuk memberikan nama lokal aula wisata tersebut.
“Jangan kasih nama modern, semua yang ada disini juga kasih nama, seperti gazebo-gazebonya, nama-nama yang unik dan jangan modern,” kata Budiman.
Karena, menurutnya, nama ini memberi arti penting. Ia berharap kawasan ini bisa menjadi baik, dengan catatan buat master plan, dibuatkan model bangunan. Jadi ada ciri khas bangunan itu supaya orang tidak seenaknya saja membangun, supaya kawasan ini memiliki ciri khas.
“Jadi cari bangunan-bangunan lokal yang memiliki khas sehingga kalau kita datang ada pembeda dengan tempat lain,” imbuhnya.
Lanjutnya, kemudian pengingat-pengingat tentang sampah karena daerah ini tidak boleh banyak sampah plastik. Begitupun toiletnya, tempat ini harus punya toilet berkelas, desain ulang toiltenya yang lebih bagus, karena tidak cocok lagi toilet begini karena tidak standar.
“Tadikan ada uang dikasih 500 juta dari Vale, tahun depan dikasih lagi dari Vale untuk membangun toilet, tidak masalah kita minta lagi sama Vale, karena kalau ini bagus, nama Vale juga pasti bagus karena ini masuk dalam wilayah pemberdayaan PT. Vale,” ketus Bupati.
“Jadi nanti kalau dibangun ulang, pisah toilet laki-laki dan perempuan, kasih jarak, dan jangan lupa kasih juga pengharum plus penjaga kebersihannya, apalagi berdasarkan laporan tiap Sabtu tempat ini sangat ramai, kalau perlu kasih celengan sebagai bentuk biaya untuk membersihkan,” pesannya.
“Jadi saya pesan juga kepada Kadis PU agar desain yang bagus dimana sebaiknya toilet itu berada dan lokasi mushollah itu dimana lokasinya, supaya kalau datang pengunjung bisa merasa nyaman,” tandas Bupati. (*)




