LUWU TIMUR – Salah satu sektor unggulan Kabupaten Luwu Timur adalah Pertanian dalam arti luas. Sejak awal terbentuknya daerah ini sebagai daerah otonom, telah menempatkan pertanian sebagai sektor prioritas setelah pendidikan dan kesehatan.
Sektor terus kita lanjutkan dalam masa kepemimpinan saya saat ini sebagaimana telah difatwakan dalam visi Kabupaten Luwu Timur 2021-2026 yaitu Luwu Timur yang berkelanjutan dan lebih maju berlandaskan nilai budaya dan agama,” kata Bupati Luwu Timur, H. Budiman saat menghadiri Acara Supervision Mission IFAD Program READSI Tahun 2023 sekaligus menyerahkan secara simbolis Sertifikat Pengarahan dan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) di Desa Wonorejo, Kecamatan Mangkutana, Jumat (03/11/2023).
Pada kesempatan ini, Budiman juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada tim Supervision Mission IFAD Program READSI Tahun 2023 Di Kab. Luwu Timur (Bumi Batara Guru) dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara ini sehingga kita semua dapat bertemu kembali.
Lanjut Budiman mengungkapkan, komitmen pemerintah daerah untuk terus memacu akselerasi pembangunan pertanian di daerah ini sangat nyata dan terus diwujudkan dalam berbagai kebijakan dan yang paling utama adalah kebijakan keberpihakan anggaran dalam mendukung peningkatan produksi dan produktifitas antara lain sarana dalam bentuk persediaan berupa pengadaan benih, belerang untuk pengendalian OPT, bantuan Hand Traktor, Transplanter (mesin tanam), Mesin Panen pompa air dan alsintan lainnya.

“Pembangunan Jaringan Irigasi Desa serta pembangunan Jalan Usaha tani/Jalan Produksi serta pelatihan petugas dan petani. Tentu ini adalah sebuah kebijakan yang sangat beralasan, realistis dan objektif, mengingat sektor pertanian merupakan motor penggerak perekonomian Kabupaten Luwu Timur,” bebernya
Terkait dengan program dan kegiatan READSI sejak Tahun 2019 sampai sekarang, orang nomor satu di jajaran Pemkab Lutim ini menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemda Luwu Timur atas sinergitas dalam melaksanakan program pembangunan di Kab. Luwu Timur.
“Kepada bapak/ibu pengurus dan anggota kelompok tani selaku pelaku utama kegiatan sektor pertanian, bantuan pemerintah sesungguhnya hanyalah bersifat stimulan, sehingga yang telah mendapatkan bantuan-bantuan tersebut agar dijaga, dirawat dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Mari kita senantiasa bersinergi dalam Membangun Kabupaten Luwu Timur yang kita cinta ini,” tandasnya.
Sekedar diketahui, kedatangan Tim Supervision Mission (Tim Supervisi) International Fund for Agriculture Development (IFAD) yang dipimpin Mr. Hani Saleem (Country Director IFAD), hadir di Lutim untuk melakukan pemantauan dan evaluasi implementasi program READSI di Kabupaten Luwu Timur. (*)




