Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Dugaan Kebocoran PAD Luwu 2024, DPRD dan Aktivis Mendesak Audit Menyeluruh
Ekonomi

Dugaan Kebocoran PAD Luwu 2024, DPRD dan Aktivis Mendesak Audit Menyeluruh

Redaksi
Redaksi Published 30 Desember 2024
Share
2 Min Read
SHARE

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Luwu tahun 2024 menjadi sorotan setelah realisasinya jauh dari target yang telah ditetapkan. Dari target Rp15,092 miliar, hanya Rp10,494 miliar yang terealisasi hingga akhir Desember 2024. Kekurangan sebesar Rp4,598 miliar ini memicu dugaan kebocoran anggaran, sehingga DPRD dan aktivis mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap pengelolaan PAD.

Wakil Ketua I DPRD Luwu, Zulkifli, menilai bahwa tidak tercapainya target PAD berpotensi disebabkan oleh pengelolaan yang buruk hingga adanya kebocoran anggaran. “Kami akan memanggil komisi-komisi untuk mengevaluasi kinerja OPD. Jika ditemukan pelanggaran atau kebocoran, maka langkah tegas akan kami ambil. Ini menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan daerah,” ujarnya, Senin (30/12/2024).

Senada dengan Zulkifli, Ismail Ishak dari Forum Pemantau Pengelolaan Keuangan dan Lingkungan (FP2KEL) juga menyoroti sektor-sektor PAD yang anjlok, seperti retribusi tepi jalan umum yang hanya mencapai 22 persen dari target Rp500 juta, dan retribusi alat berat di Dinas PUTR yang realisasinya hanya 4 persen dari target Rp2,242 miliar. “Ketidakcapaian ini mengindikasikan adanya kebocoran. Kami mendesak inspektorat segera turun tangan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan PAD,” tegasnya.

Dugaan kebocoran PAD ini dianggap sebagai tantangan besar bagi pemerintahan Kabupaten Luwu. DPRD dan masyarakat berharap langkah audit menyeluruh dapat menjadi solusi untuk mengembalikan kepercayaan publik serta memberikan landasan yang kuat bagi pemerintahan baru dalam mengelola keuangan daerah.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

Jawab PU Fraksi, Husler Apresiasi Dukungan DPRD Luwu Timur

Bupati Lutim Silaturahmi dengan Pemangku Adat Wotu

Selamat ! Luwu Timur Sukses Raih WTP Yang Ke 8 Kali

Senin, KPU Palopo Resmi Menempati Gedung Baru

Serahkan Alsintan, Husler Ajak Petani Optimalkan Produksi

Share This Article
Facebook X Copy Link Print
Previous Article Tragedi di Malam Natal: Tiga Rumah di Sorowako Ludes Terbakar
Next Article Ini Harapan Legislator untuk Wali Kota Makassar yang Baru

You Might Also Like

Politik

Basmin Enggan Maju di Pilkada Luwu, Jika….

22 Maret 2016
Luwu Timur

Bupati Inisiatif Jadikan Pasar Niaga Malili sebagai Pasar Hobi

17 Juli 2021
Luwu Timur

Syukuran SDN 108 Burau, Husler : 20 Persen APBD Fokus Untuk Sektor Pendidikan

29 Januari 2020
Luwu Timur

Asisten Pemerintahan : Sangat Perlu Membangun Strategi Pencegahan Gempabumi dan Tsunami

20 Juli 2022
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?