Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: 150 Hektare Sawah di Luwu Terendam, Petani Terancam Gagal Panen
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » 150 Hektare Sawah di Luwu Terendam, Petani Terancam Gagal Panen
Metro

150 Hektare Sawah di Luwu Terendam, Petani Terancam Gagal Panen

Redaksi
Redaksi 23 Januari 2025
Share
Lahan pertanian milik warga yang terendam banjir di Desa Pompengan Tengah (Ist/AA)
SHARE

Banjir yang melanda Kecamatan Lamasi Timur dan Walenrang Timur tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga melumpuhkan sektor pertanian. Di Desa Pompengan Tengah, lebih dari 150 hektare sawah terendam air akibat meluapnya Sungai Lamasi.

Banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan tanggul Sungai Lamasi jebol di beberapa titik.

Luapan air kemudian menggenangi empat desa, yakni Desa Pompengan, Pompengan Tengah, Pompengan Pantai di Kecamatan Lamasi Timur, dan Desa Kendekan di Kecamatan Walenrang Timur. Tingginya debit air menghancurkan tanggul selebar 5 hingga 10 meter di beberapa lokasi, dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter.

“Petani baru beberapa hari menanam padi, tapi sekarang semua terendam. Kemungkinan besar tanaman padi ini gagal tumbuh,” ungkap Nusri Pabira, Kepala Desa Pompengan Tengah, Rabu (22/1/2025).

BACA JUGA:

Kantor Pertanahan Kota Palopo Kejar Target WBBM 2026

Nusri menambahkan bahwa banjir menjadi masalah rutin yang dihadapi desanya setiap musim hujan.

“Desa kami tidak pernah lepas dari banjir. Dalam setahun, banjir bisa terjadi beberapa kali. Kami mendesak pemerintah segera memperbaiki tanggul Sungai Lamasi agar persoalan ini tidak terus berulang,” tegasnya.

Selain merendam sawah, banjir juga memengaruhi aktivitas ekonomi petani. Banyak warga kini hanya bisa pasrah menunggu surutnya air sembari berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk memperbaiki tanggul dan mencegah bencana serupa di masa depan.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

PT Vale Resmikan Nursery Kapasitas 1 Juta Bibit per Tahun di Kolaka

Perkuat Hilirisasi dan Energi Nasional, PT Vale Masuk Orkestrasi Riset Pemerintah

PT Vale Buka Dua Lowongan Strategis, Cek Syaratnya!

Produksi Naik 3 Persen, PT Vale Buktikan Ketahanan di Tengah Tekanan Harga Nikel Dunia

PT Vale Siap Selaraskan CSR dengan RPJMD Luwu Timur

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article Empat Desa di Luwu Terendam, Tanggul Sungai Lamasi Jebol di Banyak Titik
Next Article Tujuh Pejabat Fungsional Dilantik, Luwu Timur Perkuat Pelayanan Publik
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?