Luwuraya.comLuwuraya.comLuwuraya.com
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
Reading: Warga Murka, Pembalakan Terjadi di Hutan Adat Cerekang
Font ResizerAa
Luwuraya.comLuwuraya.com
Font ResizerAa
Cari
  • Berita
    • Metro
    • Hukum
    • Politik
    • Ekonomi
    • Pendidikan
    • Luwu Timur
    • DPRD Luwu Timur
  • Wisata
    • Budaya
    • Kuliner
    • Rekreasi
  • Infografis
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Hoby
    • Komunitas
  • Lainnya
    • Foto
    • Video
    • Opini
    • Sport
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Beranda » Berita » Warga Murka, Pembalakan Terjadi di Hutan Adat Cerekang
Hukum

Warga Murka, Pembalakan Terjadi di Hutan Adat Cerekang

Redaksi
Redaksi 8 Februari 2025
Share
Warga Dusun Cerekang menyita kayu yang sudah diolah jadi papan itu lalu dipotong potong (Sumber: bilikfakta.id)
SHARE

Warga Desa Manurung, Kecamatan Malili, Luwu Timur, geram setelah menemukan aksi pembalakan liar di Hutan Adat Cerekang pada Jumat (7/2/2025).

Kayu hasil jarahan pun dimusnahkan oleh warga sebagai bentuk perlawanan terhadap perusakan lingkungan.

Peristiwa itu terungkap ketika sejumlah warga memergoki pelaku yang tengah bersiap mengangkut kayu berukuran papan dari dalam kawasan hutan.

Menyadari tindakan ilegal itu, warga segera bertindak dengan menghadang dan menyita kayu hasil tebangannya, seperti di lansir dari bilikfakta.id.

BACA JUGA:

TMMD ke-46 Rampung, Bupati Lutim: Dampaknya Nyata bagi Warga Desa

Kepala Dusun Cerekang, Risal, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, pelaku menebang dua pohon besar. Namun, sebelum kayu sempat keluar, warga lebih dulu menemukannya.

“Begitu mendapat laporan, saya langsung ke lokasi dan melihat sendiri sisa-sisa penebangan di dalam kawasan hutan adat,” kata Risal.

Guna meredam kemarahan warga, aparat desa segera mengamankan kayu tersebut. Meski belum ada tindakan hukum terhadap pelaku, pihak desa telah memberikan peringatan tegas agar aksi serupa tidak terulang.

“Hutan adat ini adalah tanggung jawab bersama. Kami, warga, bersama negara wajib melindunginya demi kelestarian lingkungan,” ujar Risal.

Aksi warga yang memotong-motong kayu hasil jarahan menjadi simbol perlawanan terhadap para pembalak liar yang merusak kawasan hutan adat. Mereka menegaskan tak akan tinggal diam jika ada perusakan lebih lanjut.

Baca Juga Berita Rekomendasi Lainnya

PT Vale Gelar Media Training untuk Perkuat Pemberitaan Isu Pertambangan

Besok, Pemprov Sulsel, PT Vale, dan Pemkab Lutim Gelar Ground Breaking Matano Belt Road

DPRD Lutim Dorong Skema PJLP untuk Selamatkan 208 Tenaga Non-ASN

Sekretariat DPRD Luwu Timur Paparkan Mekanisme PAW dalam FGD KPU Lutim

DPRD Luwu Timur Jadwalkan Reses Perseorangan 13–15 Desember

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Copy Link Print
Previous Article UNCP Rampungkan Program MBKM Mandiri
Next Article Merajut Tradisi, Menjaga Ilmu: Peringatan Hari Saraswati di Desa Kertoraharjo, Luwu Timur
Sumber Data Cuaca: prakiraancuaca cuaca besok di Palopo
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
Menu
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Pengaduan
  • Redaksi
  • Tentang Kami
© Kawal Media Consulting. Luwuraya Media Kreatif. All Rights Reserved.
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?